Kadisdik Bekasi Alexander Tekankan Pengawasan dan Peran Guru dalam Evaluasi Program MBG Pasca Keracunan
Kota Bekasi – Dinas Pendidikan Kota Bekasi melakukan evaluasi serius terkait dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa SDN Kota Baru III setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi pada Kamis (2/10/2025).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, menegaskan bahwa keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG. Ia memastikan pihaknya akan memperkuat mekanisme pengawasan, mulai dari proses distribusi hingga uji kelayakan makanan.
“Kalau didistribusikan hari ini misalkan, yang harus mencobain gurunya dulu. Itu langkah antisipatif agar kita bisa memastikan makanan aman sebelum sampai ke anak-anak,” ujar Alexander saat di wawancarai, Rabu (08/10/2025).
Alexander menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan berperan sebagai pengawas penerima manfaat program, sementara aspek teknis seperti kualitas bahan pangan dan kelayakan konsumsi menjadi kewenangan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Gizi Nasional.
“Ini memang harus dibatasi kewenangannya. Kami di Dinas Pendidikan fokus pada penerima manfaat, sedangkan teman-teman Dinkes dan Badan Gizi Nasional yang akan mengevaluasi secara teknis,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif guru dalam pengawasan lapangan. Guru yang menerima dan mencoba makanan terlebih dahulu diharapkan dapat mendeteksi dini apabila ada kejanggalan pada rasa, aroma, atau tampilan makanan.
“Kalau ada dugaan, misalnya terasa asam atau mencurigakan, jangan dibagikan. Segera koordinasi dengan puskesmas atau dinas kesehatan. Sekarang kan mudah, tinggal telepon atau bawa sampel untuk diuji,” tegasnya.
Alexander menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan insentif bagi guru pengawas MBG sebesar Rp100.000 per hari sebagai bentuk tanggung jawab moral dan motivasi dalam menjalankan fungsi kontrol di lapangan.
“Kalau sudah dapat insentif, tentu ada tanggung jawab moral juga. Harus lebih teliti karena yang dikonsumsi ini untuk anak-anak kita,” ujarnya.
Selain guru, Alexander berharap komite sekolah ikut berperan aktif dalam mengawasi kualitas makanan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dapat memperkuat sistem pengawasan dari hulu ke hilir.
“Komite sekolah juga harus aktif. Kalau ada laporan makanan tidak layak, segera sampaikan agar bisa diganti. Yang utama itu keselamatan anak-anak,” tandasnya.
Alexander menegaskan, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi prioritas Pemkot Bekasi dalam meningkatkan kualitas gizi peserta didik, namun pelaksanaannya harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan sesuai standar keamanan pangan.
“Gizi memang penting, tapi keselamatan lebih penting. Jadi semua pihak harus ikut memastikan makanan yang dikonsumsi siswa benar-benar aman,” pungkasnya.
Baca Juga
Komentar