Gus Irfan Disiapkan Jadi Menteri Haji & Umrah, Istana Buka Sinyal Kuat
Pena Insight
Jakarta, 30 Agustus 2025 - Istana memberi sinyal kuat terkait sosok yang bakal mengisi kursi Menteri Haji dan Umrah jika kementerian baru itu resmi dibentuk. Kepala Badan Pengelola Haji, Mochamad Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan, disebut menjadi kandidat utama.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, peluang Gus Irfan menjadi Menteri Haji sangat besar. Hal itu sejalan dengan disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perubahan UU Nomor 8 Tahun 2019 mengenai Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
“Kemungkinan seperti itu, tapi kita tunggu keputusan dari Bapak Presiden. Karena sepenuhnya hak prerogatif Presiden kalau sudah kita putuskan dan ditandatangani menjadi Kementerian Haji, sekaligus menunjuk menterinya,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (28/8/2025).
Ia menegaskan pemerintah tengah mempercepat pembentukan Kementerian Haji dan Umrah setelah RUU tersebut disahkan DPR. Namun, waktu peluncuran kementerian baru itu masih belum ditetapkan secara resmi.
“Kami sedang marathon memperlajari dan menyelesaikan secepatnya pembentukan Kementerian Haji sebagaimana diamanatkan UU Haji. Mohon waktu sebentar,” kata Prasetyo.
Dengan perubahan ini, Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) resmi ditingkatkan statusnya menjadi Kementerian Haji dan Umrah. Namun, urusan pengelolaan keuangan tetap akan berada di bawah kendali Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Jika benar diangkat, Gus Irfan akan menjadi menteri pertama yang mengurusi langsung penyelenggaraan haji dan umrah. Sosoknya dinilai memiliki pengalaman panjang di bidang pengelolaan ibadah haji, sehingga diyakini dapat memperkuat pelayanan jamaah Indonesia.
Publik kini menanti keputusan final Presiden Prabowo Subianto yang akan menetapkan figur resmi Menteri Haji dan Umrah. Jika Gus Irfan dipilih, ini akan menjadi momentum sejarah baru bagi tata kelola penyelenggaraan haji di Indonesia.
Baca Juga
Komentar