Gerindra Fokus Kawal Program Pemerintah, Isu Dua Periode Masih Di Perdebatkan
Jakarta – Isu dua periode pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kembali memicu polemik di ruang publik. Relawan Jokowi belakangan mulai menyuarakan dukungan agar pasangan presiden dan wakil presiden terpilih 2024 itu melanjutkan kekuasaan hingga dua periode. Namun, Gerindra menegaskan hal tersebut belum pernah dibahas di internal partai.
Politikus Gerindra, Hendarsam, memastikan fokus utama partai saat ini adalah mendukung jalannya program-program pemerintah yang baru berusia 11 bulan. Menurutnya, energi dan pikiran kader diarahkan untuk menyukseskan program strategis nasional.
“Saya pastikan enggak ada pembahasan. Energi dan pikiran kita fokus pada hal-hal strategis, seperti masalah MBG, KMP, dan program nasional lainnya,” ujar Hendarsam.
Ia menilai, meski ada banyak capaian di awal pemerintahan Prabowo Gibran, tetap terdapat sejumlah catatan yang harus dibenahi. Salah satunya terkait implementasi program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang sempat menimbulkan persoalan di lapangan.
“Programnya bagus, menyentuh rakyat, ekonomi bergulir. Tapi dalam penerapannya ada juga masalah, seperti kasus keracunan. Nah, energi kita fokus memperbaiki hal-hal seperti itu,” lanjutnya.
Hendarsam juga menekankan dinamika politik menjelang pemilu selalu cair. Menurutnya, perbincangan soal suksesi terlalu prematur jika dikaitkan dengan kondisi sekarang.
“Ini baru 11 bulan, bukan 11 tahun. Masih jauh sekali. Pak Prabowo juga sudah disclaimer, kalau dianggap gagal, jangan pilih saya lagi,” katanya.
Sementara itu, analis politik Ginting melihat pernyataan relawan Jokowi soal dua periode bukan tanpa maksud. Menurutnya, ada indikasi Jokowi ingin menunjukkan pengaruhnya masih kuat dalam pemerintahan maupun peta politik ke depan.
“Dukungan dua periode bisa dimaknai sebagai upaya mengunci posisi Gibran, bukan hanya sebagai wakil presiden saat ini, tapi juga periode berikutnya,” kata Ginting.
Ia menambahkan, langkah itu sekaligus bentuk tekanan politik dari Jokowi agar Prabowo mempertahankan Gibran. “Ini sah-sah saja dalam politik, tapi tentu membuka ruang potensi konflik dengan partai - partai lain dalam koalisi,” ujarnya.
Lebih jauh, Ginting menilai manuver tersebut juga bisa dibaca sebagai upaya Jokowi mencegah Prabowo merangkul PDIP atau kekuatan besar lain di luar koalisi saat ini. “Jokowi sedang berhitung agar pangsa politiknya tidak hilang,” jelasnya.
Di sisi lain, kritik keras datang dari pihak yang menilai wacana dua periode sebagai bentuk kerakusan politik. Mantan relawan Jokowi, Ferdinand Hutahaean, menyebut pernyataan relawan Jokowi menunjukkan hasrat berkuasa yang berlebihan.
“Ini jelas kerakusan politik yang nyata-nyata dipertontonkan. Alih-alih menenangkan bangsa yang sedang gaduh, malah sibuk bicara soal dua periode,” ucap Ferdinand.
Menurutnya, Jokowi dan para relawan semestinya fokus mengevaluasi kinerja Gibran yang kini banyak dipertanyakan publik. “Publik bertanya, layak tidak Gibran menjadi wakil presiden? Kapasitas dan kapabilitasnya harus diuji,” tambahnya.
Namun, bantahan datang dari kalangan relawan. Mereka menegaskan, Jokowi justru memberi arahan jelas agar seluruh jaringan relawan mendukung penuh pemerintahan Prabowo–Gibran.
“Yang paling ditekankan kepada kita semua adalah fokus bantu program Asta Cita. Jadi kalau ada pembahasan dua periode, itu obrolan internal saja,” ujar salah satu perwakilan relawan.
Relawan juga menepis tudingan bahwa Gibran tidak bekerja. Mereka menyebut putra sulung Jokowi itu sudah menjalankan berbagai tugas penting dari Presiden Prabowo, termasuk terkait isu Papua hingga agenda kenegaraan di luar negeri.
“Beliau bekerja dalam diam. Spotlight utama ada pada Presiden Prabowo, tapi Mas Gibran menjalankan tugas-tugas penting,” ungkapnya.
Di sisi lain, kubu PDIP menilai wacana dua periode hanyalah harapan pribadi Jokowi sebagai seorang ayah. “Itu bisa dimaknai sebagai keinginan seorang ayah untuk anaknya. Tapi yang menentukan nanti tetap partai politik dan rakyat,” kata seorang politisi PDIP.
Meski begitu, semua pihak sepakat satu hal: fokus utama saat ini adalah mendukung penuh jalannya pemerintahan Prabowo Gibran. Relawan, partai, dan koalisi diminta untuk mengawal program Asta Cita agar bisa terealisasi hingga akhir periode.
Baca Juga
Komentar