Ditpamobvit Polda Metro Jaya Ajak Warga Matraman Cegah Tawuran Remaja Lewat Program Jaga Jakarta On The Spot
Jakarta – Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Metro Jaya terus memperkuat upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui program Jaga Jakarta On The Spot (JJOTS). Kali ini, kegiatan digelar di Jalan Kelapa Hijau, Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Kabagbinopsnal bersama para Kanit Subdit Waster Ditpamobvit Polda Metro Jaya yang mewakili Dirpamobvit Polda Metro Jaya, Kombes Pol Joko Sulistio.
Dalam pelaksanaannya, jajaran Ditpamobvit Polda Metro Jaya berdialog langsung dengan warga untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, khususnya terkait pencegahan aksi tawuran remaja yang belakangan masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah.
Kegiatan JJOTS juga melibatkan Ketua RT, LMK RW 01, Bhabinkamtibmas, unsur tiga pilar, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kehadiran seluruh elemen tersebut diharapkan mampu memperkuat pengawasan terhadap aktivitas generasi muda di lingkungan masing-masing.
Dirpamobvit Polda Metro Jaya Kombes Pol Joko Sulistio menegaskan bahwa program Jaga Jakarta On The Spot merupakan salah satu langkah preventif kepolisian untuk menjaga keamanan lingkungan melalui pendekatan humanis.
"Melalui kegiatan Jaga Jakarta On The Spot, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, mencegah tawuran, serta meningkatkan kepedulian terhadap pergaulan anak-anak dan remaja," ujar Kombes Pol Joko Sulistio.
Selain mengingatkan bahaya tawuran, masyarakat juga diajak lebih aktif mengawasi penggunaan media sosial oleh anak-anak dan remaja. Pengawasan tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran ajakan tawuran maupun konten provokatif yang dapat memicu gangguan kamtibmas.
Ditpamobvit Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran obat-obatan terlarang di kalangan remaja. Warga diminta tidak ragu melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.
Menurut Kombes Pol Joko Sulistio, menjaga keamanan Jakarta tidak dapat dilakukan hanya oleh kepolisian, melainkan membutuhkan sinergi seluruh komponen masyarakat.
"Kami berharap warga, tiga pilar, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dapat terus bersinergi dalam menjaga keamanan lingkungan. Dengan kepedulian bersama, potensi tawuran dan penyalahgunaan obat terlarang dapat dicegah sejak dini," tegasnya.
Melalui program Jaga Jakarta, Polda Metro Jaya terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif melalui semangat Jaga Warga, Jaga Lingkungan, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah.
Baca Juga
Komentar