BAZNAS Buka Magang ke Jepang 2025: Lulusan SMA/SMK Dibiayai Hingga Rp15 Juta dan Berpeluang Dapat Rp98 Juta
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI dan International Manpower Japan (IM Japan) membuka peluang magang ke Jepang bagi lulusan SMA dan SMK dari keluarga tidak mampu. Program ini dibuka untuk memberikan kesempatan kerja sekaligus pelatihan keahlian internasional bagi generasi muda Indonesia.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses lapangan kerja dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda. BAZNAS menanggung seluruh biaya pelatihan tahap pertama agar peserta yang berasal dari keluarga kurang mampu dapat mengikuti seleksi tanpa beban finansial.
Program magang ini berdurasi tiga tahun dan bisa diperpanjang hingga lima tahun jika perusahaan penerima di Jepang memberikan persetujuan. Selama periode tersebut, peserta akan mendapatkan perlindungan hukum penuh dari pemerintah Jepang.
Menurut keterangan resmi BAZNAS, peserta yang lolos seleksi akan menjalani pelatihan adaptasi selama satu bulan di training center Jepang. Setelah itu, mereka akan melanjutkan magang teknis selama tiga tahun di berbagai perusahaan Jepang.
Peserta program ini wajib berstatus mustahik atau penerima zakat, yang dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan serta foto kondisi rumah. “Kami ingin memastikan program ini benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan,” kata perwakilan BAZNAS RI.
Selama pelatihan tahap pertama, peserta akan menerima biaya hingga Rp15 juta per orang. Dana ini mencakup berbagai kebutuhan seperti konsumsi, asrama, perlengkapan pelatihan, hingga transportasi ke lokasi pelatihan tahap kedua.
BAZNAS juga menyiapkan pembekalan khusus mengenai etos kerja Islami, tata cara menjaga identitas Muslim di Jepang, serta literasi keuangan syariah. Materi ini diharapkan dapat membantu peserta tetap berpegang pada nilai-nilai agama di lingkungan kerja lintas budaya.
Selain itu, peserta juga mendapat pelatihan kewirausahaan dan pendampingan job matching oleh BAZNAS dan Kemnaker. Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan agar peserta tidak hanya sukses di luar negeri, tetapi juga siap membuka usaha sendiri setelah kembali ke tanah air.
Keuntungan finansial juga cukup menarik. Peserta magang akan mendapatkan tunjangan Dana Usaha Mandiri senilai 500.000 hingga 900.000 Yen, atau sekitar Rp54 juta sampai Rp98 juta, sebagai modal awal membangun usaha setelah masa magang berakhir.
Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara ketat dan transparan. “Kami ingin memastikan yang berangkat benar-benar layak, baik secara fisik, mental, maupun keterampilan,” ujar pejabat dari Kemnaker.
Persyaratan umum meliputi usia 18–26 tahun, tidak buta warna, tidak bertato, tidak bertindik, serta tidak menggunakan kacamata atau lensa kontak. Peserta juga wajib melampirkan dokumen administratif seperti KTP, KK, ijazah, surat izin orang tua, serta surat rekomendasi dari kepala desa.
Sementara itu, seleksi teknis meliputi tes matematika, kesamaptaan tubuh, ketahanan fisik, wawancara, kemampuan bahasa Jepang, dan pemeriksaan medis.
BAZNAS juga mewajibkan calon peserta membuat proposal dan mengisi formulir pendaftaran melalui laman resmi mereka di https://baznas.go.id/pendistribusian-show/program-fasilitasi-magang-ke-jepang,-kerja-sama-baznas-ri-dan-kemnaker/2747.
Proses ini menjadi bagian dari seleksi administrasi sebelum diteruskan ke Kemnaker.
Program magang ini disebut sebagai wujud nyata kolaborasi antara lembaga zakat dan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi produktif.
“Zakat tidak hanya untuk konsumtif, tetapi juga untuk investasi sumber daya manusia,” tegas BAZNAS dalam keterangan resminya.
Selain memberikan keterampilan teknis, program ini juga diharapkan menumbuhkan disiplin, etos kerja tinggi, dan kemandirian peserta saat kembali ke Indonesia.
Kemnaker dan BAZNAS berkomitmen menjadikan magang ke Jepang ini sebagai program berkelanjutan yang mampu membuka jalan bagi ribuan pemuda dari keluarga tidak mampu untuk mengubah masa depan mereka.
Pendaftaran dibuka melalui situs resmi BAZNAS dan Kemnaker RI. Peserta yang lolos tahap daerah akan mengikuti pelatihan lanjutan sebelum akhirnya diberangkatkan ke Jepang untuk masa magang resmi.
Dengan dukungan biaya pelatihan, jaminan perlindungan hukum, dan peluang pendapatan hingga puluhan juta rupiah, program ini menjadi kesempatan emas bagi pemuda Indonesia untuk mengasah keterampilan di negeri Sakura.
Baca Juga
Komentar