ASN Kenakan Pakaian Putih, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi Konsisten dengan Seragam Dinas
Pena Insight
BEKASI, Senin 01 September 2025 – Ada pemandangan berbeda dalam apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Plaza Pemkot Bekasi. Seluruh ASN tampak kompak mengenakan pakaian putih. Namun, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe tetap memilih mengenakan seragam dinas resmi.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Tri menegaskan bahwa seragam dinas adalah simbol tanggung jawab sekaligus pesan moral kepada masyarakat bahwa pemerintah kota hadir dengan penuh keseriusan. “Saya dan Pak Wakil akan tetap gunakan pakaian dinas. Ini adalah bentuk komitmen untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan pelayanan publik agar berjalan optimal,” tegasnya.
Menurut Tri, seragam dinas tidak sekadar atribut, melainkan identitas kepemimpinan yang harus dijaga. Dengan seragam itu, publik dapat melihat bahwa kepala daerah dan jajarannya benar-benar menjalankan fungsi sebagai pengendali roda pemerintahan.

Momentum apel pagi ini juga menjadi simbol konsolidasi internal. Dengan pakaian putih ASN, tercermin semangat kebersamaan dan netralitas. Sementara seragam dinas wali kota dan wakil wali kota menegaskan kepastian arah dan pengendalian kebijakan publik.
Di tengah suasana apel, Tri juga menyinggung rencana penyampaian aspirasi masyarakat yang digelar hari ini di Kota Bekasi. Menurutnya, Pemkot bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) siap menyambut dengan sikap terbuka.
“Masyarakat datang ke rumah rakyat. Gedung DPRD ini dibangun dari pajak yang mereka bayarkan. Sudah sepatutnya kami menerima mereka sebagaimana tamu, dengan penuh penghormatan,” ujar Tri. Pesan ini menegaskan bahwa Pemkot Bekasi tidak menempatkan aspirasi rakyat sebagai ancaman, melainkan peluang memperbaiki kebijakan.
Sikap terbuka ini juga menjadi bagian dari strategi komunikasi publik yang konsisten dibangun Pemkot Bekasi. Bahwa kehadiran pemerintah harus terasa, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui simbol-simbol sederhana yang menyentuh kepercayaan masyarakat.
Advertorial ini menunjukkan, gaya kepemimpinan Tri Adhianto dan Abdul Harris bukan sekadar seremonial. Komitmen menjaga keseriusan dalam melayani masyarakat direpresentasikan bahkan dalam hal yang terlihat sederhana: pemakaian seragam dinas.
Dengan langkah itu, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi ingin memberi pesan bahwa pemerintah daerah siap menghadapi dinamika sosial, mendengar suara rakyat, sekaligus menjaga profesionalitas aparatur sipil negara. Seragam dinas menjadi penanda bahwa negara hadir secara utuh di tengah masyarakat.
Pesan yang lahir dari Plaza Pemkot Bekasi hari ini adalah jelas: pemerintah tidak boleh kehilangan wajah resminya. Seragam boleh berbeda, tetapi tujuan bersama tetap satu, yaitu membangun kota yang lebih kondusif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan rakyat.
Baca Juga
Komentar