ADHI Kunci Proyek Tol Bogor–Serpong via Parung Rp12,35 Triliun, Siap Perkuat Konektivitas Jabodetabek
Jakarta — PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) kembali menunjukkan perannya dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional. Melalui konsorsium bersama mitra BUMN dan swasta, ADHI resmi menandatangani perjanjian pengusahaan Jalan Tol Bogor–Serpong (via Parung) dengan nilai investasi mencapai Rp12,35 triliun.
Proyek besar ini dilaksanakan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan masa konsesi selama 40 tahun. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), Perjanjian Penjaminan, serta Perjanjian Regres, yang menjadi dasar pelaksanaan proyek hingga tahap operasi.
Direktur Utama ADHI, Entus Asnawi Mukhson, mengatakan pembangunan tol ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pemerataan ekonomi nasional serta memperkuat jaringan transportasi di wilayah Jabodetabek.
“ADHI berkomitmen untuk terus berpartisipasi aktif dalam pembangunan infrastruktur nasional. Melalui sinergi BUMN dan swasta, proyek ini tidak hanya memperkuat jaringan transportasi Jabodetabek, tetapi juga menjadi langkah strategis mendukung peningkatan konektivitas wilayah,” ujarnya dalam keterangan resmi di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin (13/10/2025).
Entus menuturkan, proyek tol senilai lebih dari Rp12 triliun ini dijadwalkan memulai pengadaan lahan pada 2026, dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi pada Oktober 2026. Jika sesuai rencana, proses konstruksi akan rampung pada Agustus 2028, dan tol akan beroperasi penuh di akhir tahun 2028.
Menurutnya, kehadiran Tol Bogor–Serpong akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan mobilitas masyarakat, efisiensi logistik, serta mendorong pertumbuhan kawasan hunian dan pusat ekonomi baru di Bogor dan Tangerang.

“Jalan tol ini diharapkan menjadi penghubung utama antara kawasan permukiman di Bogor dan kawasan komersial di Tangerang, sehingga mendukung integrasi wilayah metropolitan Jabodetabek secara lebih menyeluruh,” ujar Entus.
Penandatanganan perjanjian berlangsung di Pendopo Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Jumat (3/10/2025). Acara tersebut disaksikan oleh sejumlah pejabat kementerian serta perwakilan dari anggota konsorsium pengembang proyek.
Penandatanganan PPJT dilakukan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, bersama Direktur Utama PT Bogor Serpong Infra Selaras (BSIS), Eldy Ellyus.
Sementara itu, Perjanjian Penjaminan ditandatangani oleh Eldy Ellyus dan Plt Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), Andre Permana, dan Perjanjian Regres dilakukan antara Menteri PUPR Dody Hanggodo dengan Plt Direktur Utama PII Andre Permana.
PT BSIS sendiri merupakan perusahaan patungan (Badan Usaha Jalan Tol/BUJT) hasil konsorsium yang terdiri atas PT Persada Utama Infra (PUI) sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 52 persen, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) sebesar 26 persen, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) sebesar 12 persen, dan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) sebesar 10 persen.
Dengan formasi tersebut, proyek ini menggabungkan kekuatan dan pengalaman berbagai pihak yang telah terbukti dalam pembangunan infrastruktur nasional berskala besar.
Jalan Tol Bogor–Serpong (via Parung) akan menjadi bagian penting dari pengembangan jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) 3, dengan total panjang 32,03 kilometer. Dari panjang tersebut, 27,83 km berada di wilayah Jawa Barat, dan 4,20 km di Provinsi Banten.
Pembangunan tol ini akan dibagi menjadi empat seksi utama, dengan target menghubungkan simpul-simpul transportasi penting di Bogor, Parung, dan Serpong. Jalur ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh antara Bogor dan Tangerang yang selama ini bisa mencapai lebih dari dua jam pada jam sibuk.
Selain mempercepat konektivitas, kehadiran tol baru ini juga diprediksi akan memperkuat daya tarik investasi di kawasan sekitar, membuka lapangan kerja baru, serta menumbuhkan ekonomi lokal di sepanjang koridor tol.
ADHI optimistis proyek ini akan menjadi salah satu tol strategis yang menopang perkembangan wilayah metropolitan Jakarta ke arah selatan dan barat daya. Dengan dukungan pemerintah, lembaga keuangan, dan kolaborasi lintas sektor, pembangunan Tol Bogor–Serpong (via Parung) diharapkan menjadi simbol percepatan transformasi infrastruktur nasional.
Baca Juga
Komentar