Wiwiek Hargono: Posyandu Harus Jadi Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan dan Ketahanan Keluarga di Kota Bekasi
Kota Bekasi — Ketua Posyandu Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, menegaskan pentingnya Posyandu sebagai pedoman utama pelayanan kesehatan masyarakat dengan dukungan tenaga bidan sebagai mitra strategis di lapangan. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Posyandu Tingkat Kota Bekasi yang digelar di Balai Patriot Pemkot Bekasi, pada Senin (13/10).
Rakor ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta, yang terdiri dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Puskesmas, Ketua Tim Kecamatan Posyandu, Ketua Posyandu Kelurahan, serta para kader posyandu.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Sekretaris TP PKK Kota Bekasi, Wuri Handayani, serta Plt. Kepala Dinas DP3A Kota Bekasi. Sementara dari Kementerian Dalam Negeri, Kasubdit Fasilitasi Posyandu Ditjen Bina Pemerintahan Desa, Raden Kunrat, hadir memberikan pemaparan mengenai penguatan kelembagaan posyandu dan implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat daerah.
Dalam sambutannya, Wiwiek Hargono menyampaikan bahwa kader posyandu merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat yang memiliki peran vital dalam membangun kesadaran hidup sehat.
“Kader posyandu adalah ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Mereka tidak hanya melayani, tetapi juga menggerakkan perubahan perilaku hidup sehat di lingkungan,” ujar Wiwiek.

Ia menekankan agar kegiatan posyandu tidak hanya bersifat rutinitas administratif, tetapi berkembang menjadi pusat edukasi, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Posyandu harus menjadi pedoman bersama. Tidak hanya menimbang dan mencatat, tapi juga wadah pembinaan keluarga, edukasi gizi, hingga pembentukan ketahanan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” tambahnya.
Wiwiek juga menyoroti pentingnya sinergi antara kader dan tenaga kesehatan, terutama bidan, dalam pelaksanaan pelayanan di Posyandu. Kolaborasi tersebut dinilai sangat penting dalam memastikan keberhasilan program kesehatan dasar bagi ibu dan anak.
Bidan berperan mendampingi kader dalam aspek teknis medis, mulai dari identifikasi risiko kehamilan, pemeriksaan ibu dan bayi, imunisasi dasar, hingga edukasi kesehatan reproduksi. Dengan kerja sama ini, pelayanan kesehatan menjadi lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat wilayah.
Selain memperkuat sinergi antarpetugas, Wiwiek juga menekankan pentingnya pendataan kewilayahan dan pemetaan sasaran layanan. Setiap posyandu diharapkan memiliki data yang akurat dan terintegrasi, sebagai bagian dari penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan.
“Dengan data yang jelas, posyandu bisa memberikan layanan lebih tepat sasaran dan membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti,” jelasnya.
Rakor kali ini juga menyoroti upaya integrasi lintas sektor. Posyandu kini diarahkan tidak hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi pusat pelayanan sosial dan pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan maupun desa.
Melalui pendekatan terpadu tersebut, Posyandu di Kota Bekasi diharapkan mampu menjadi basis data terpadu lintas OPD, yang berperan mendukung berbagai program strategis daerah seperti penurunan stunting, ketahanan keluarga, dan pemberdayaan perempuan.

Wiwiek menegaskan bahwa Pemkot Bekasi akan terus memperkuat dukungan bagi kader posyandu, baik melalui pelatihan, pembinaan, maupun penyediaan fasilitas penunjang. Ia juga mengapresiasi dedikasi para kader yang selama ini berkontribusi tanpa pamrih di lapangan.
“Mereka bekerja dengan hati, melayani masyarakat dengan tulus. Kita semua harus mendukung dan memastikan mereka mendapatkan pembinaan berkelanjutan,” tutup Wiwiek.
Kegiatan rapat koordinasi ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif serta penyusunan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan posyandu di Kota Bekasi.
Melalui Rakor ini, diharapkan sinergi antara kader, bidan, OPD, dan Puskesmas semakin kuat dalam mewujudkan layanan kesehatan dasar yang merata, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kota Bekasi.
Baca Juga
Komentar