Wali Kota Bekasi Tinjau Cipendawa, Jalan dan Lapangan Basket Dibenahi
Bekasi — Wali Kota Bekasi meninjau kawasan Cipendawa dan Jati Bening, memerintahkan perbaikan lapangan basket street ball, peningkatan Jalan Cipendawa sepanjang 1,5 km, serta normalisasi Kali Harun guna mengatasi banjir dan meningkatkan kenyamanan warga.
Pemerintah Kota Bekasi terus mempercepat pembenahan infrastruktur dan ruang publik. Wali Kota Bekasi melakukan peninjauan langsung ke kawasan Cipendawa dan Jati Bening, menindaklanjuti berbagai keluhan warga terkait fasilitas olahraga, kondisi jalan, penerangan, hingga sistem drainase.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota merespons aspirasi komunitas pecinta basket street ball Cipendawa. Ia memerintahkan perbaikan ring basket yang rusak serta pengecatan ulang lapangan yang mulai pudar.
“Saya sudah minta ringnya diperbaiki dan lapangan dicat ulang. Supaya lebih rapi, bagus, dan nyaman dipakai. Ini ruang publik, jadi harus kita jaga bersama,” ujar tri.
Selain itu, petugas penjaga area juga diminta rutin membersihkan lingkungan. Warga yang menggunakan fasilitas publik diimbau menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya agar ruang terbuka tetap nyaman digunakan bersama.
Tak hanya lapangan basket, kawasan ini juga direncanakan dilengkapi fasilitas tambahan untuk BMX, skateboard, serta meja catur permanen dari beton, sebagai bagian dari pengembangan ruang kreatif anak muda.
Dalam dialog dengan warga, Wali Kota juga menyoroti kondisi Jalan Cipendawa yang selama ini dikeluhkan sempit, minim penerangan, dan rawan kecelakaan, khususnya di jalur provinsi yang sering dilalui kendaraan berat.
Pemerintah memastikan peningkatan kualitas jalan dilakukan bertahap. Saat ini satu ruas sudah selesai diperkuat, dan akan dilanjutkan ke ruas lainnya sepanjang sekitar 1,5 kilometer.
“Walaupun jalannya belum bisa dilebarkan, minimal kondisinya mantap dan nyaman dilalui. Pemerintah hadir, masyarakat diminta bersabar karena semua dilakukan bertahap,” jelasnya.
Perbaikan ini akan tersambung hingga arah Jatisari sampai perbatasan Jati Sampurna, yang direncanakan berlanjut pada tahun berikutnya.
Isu lain yang menjadi perhatian adalah menyempitnya Kali Harun yang menyebabkan genangan dan banjir di kawasan Jati Bening saat hujan deras.
Pemkot Bekasi akan melakukan pelebaran Kali Harun dari lebar eksisting sekitar 4 meter, dikembalikan ke fungsi awal selebar 7 meter. Langkah ini disertai penataan bangunan liar yang berdiri di atas saluran air.
“Kita akan kembalikan fungsi saluran. Memang ada bangunan liar yang harus dibongkar mandiri. Kalau tidak, pemerintah akan menertibkan. Semua demi kepentingan masyarakat lebih luas,” tegas Wali Kota.
Normalisasi drainase juga terhubung dengan rencana revitalisasi Situ Wong yang akan dikembangkan menjadi danau besar sebagai penampung air sekaligus kawasan wisata air.
Wali Kota menegaskan bahwa perbaikan jalan, saluran air, dan ruang publik tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga mendorong kenyamanan warga dan pertumbuhan ekonomi kota.
“Kalau jalannya mulus, salurannya lebar, lampunya bagus, maka investasi datang, warga nyaman, roda ekonomi bergerak,” katanya.
Masyarakat setempat menyambut baik perhatian pemerintah terhadap kawasan mereka. Warga berharap seluruh program dapat terealisasi tepat waktu agar lingkungan menjadi lebih aman, tertata, dan layak huni.
Baca Juga
Komentar