Wali Kota Bekasi Resmikan Gedung Baru BAZNAS, Layanan Zakat Ditargetkan Lebih Efisien dan Menyentuh Warga
KOTA BEKASI — Upaya memperkuat pelayanan zakat di Kota Bekasi memasuki babak baru. Pemerintah Kota Bekasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi meresmikan gedung layanan baru yang dirancang untuk mendukung optimalisasi pelayanan bagi masyarakat, khususnya para mustahik dan penerima manfaat zakat.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru BAZNAS merupakan bentuk dukungan konkret pemerintah daerah dalam memperkuat peran lembaga zakat sebagai mitra strategis pemerintah dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Menurutnya, keberadaan gedung milik sendiri akan memberikan dampak positif, baik dari sisi efisiensi anggaran maupun peningkatan kualitas layanan.
“Dengan gedung sendiri, BAZNAS tidak perlu lagi mengeluarkan biaya sewa. Masyarakat yang datang juga tidak dibebani biaya parkir. Ini langkah efisiensi sekaligus upaya meningkatkan kenyamanan layanan,” ujar Tri Adhianto dalam sambutannya.
Ia menegaskan, optimalisasi pelayanan zakat menjadi bagian penting dalam strategi penguatan kesejahteraan sosial di Kota Bekasi. Melalui pengelolaan zakat yang transparan dan berkelanjutan, pemerintah berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dirancang Fungsional dan Ramah Masyarakat
Gedung baru BAZNAS Kota Bekasi direncanakan terdiri dari tiga lantai dengan fungsi yang disesuaikan kebutuhan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Tri Adhianto menjelaskan, lantai pertama akan difungsikan sebagai aula terbuka yang dapat dimanfaatkan warga sekitar untuk berbagai kegiatan sosial.
“Aula ini bisa dipakai untuk arisan warga, pertemuan lingkungan, hingga kegiatan sosial atau hajatan sederhana. Kami ingin gedung ini benar-benar hidup dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Tri.
Sementara itu, lantai kedua akan difokuskan sebagai pusat pelayanan BAZNAS, tempat masyarakat mengakses layanan zakat, infak, dan sedekah secara lebih nyaman dan terintegrasi. Adapun lantai ketiga disiapkan sebagai ruang kerja pengurus dan unsur pimpinan BAZNAS Kota Bekasi.
Saat ini, proses perencanaan desain atau gambar teknis gedung telah rampung. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan fisik dapat dimulai pada awal tahun depan, dengan harapan gedung tersebut sudah bisa digunakan dalam waktu relatif dekat.
“Target kami, saat peringatan ulang tahun BAZNAS ke-26 tahun depan, gedung ini sudah dapat ditempati dan dimanfaatkan,” ujarnya.
BAZNAS Tetap Jalankan Program Sosial di Tengah Keterbatasan
Di kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Kota Bekasi, KH Nurul Akmal, memaparkan capaian program sosial yang telah dijalankan sepanjang tahun 2025. Ia mengakui, pelaksanaan program tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama keterbatasan anggaran. Namun demikian, BAZNAS tetap berupaya memastikan program prioritas berjalan secara berkesinambungan.
“Program bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu), sembako, bantuan kesehatan, hingga santunan kedukaan tetap kami jalankan karena itu kebutuhan dasar masyarakat,” ungkap Akmal.
Menurutnya, program-program tersebut akan kembali menjadi prioritas pada tahun 2026. BAZNAS berkomitmen untuk menjaga kesinambungan layanan, khususnya bagi warga kurang mampu yang sangat bergantung pada bantuan sosial berbasis zakat.
Respons Cepat dalam Penanganan Bencana
Selain program reguler, BAZNAS Kota Bekasi juga aktif dalam penanganan kebencanaan. Akmal menyebut, saat banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi, termasuk Bekasi Timur dan kawasan rawan lainnya, BAZNAS turut hadir memberikan bantuan kepada warga terdampak.
“Bantuan yang kami salurkan beragam, mulai dari sembako, makanan ringan, hingga bantuan uang tunai untuk dapur umum. Tujuannya agar warga bisa lebih fleksibel mengelola kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap tahun BAZNAS telah menyiapkan alokasi dana khusus untuk penanganan bencana. Namun, dinamika di lapangan sering kali tidak terduga. Ketika bencana terjadi berulang hingga akhir tahun, anggaran yang tersedia menjadi tantangan tersendiri.
“Kalau anggaran sudah habis di pertengahan tahun, kami harus melakukan rapat ulang untuk pengalihan atau penguatan pos anggaran lain. Kondisi ini kami sampaikan secara terbuka kepada pemerintah daerah dan juga masyarakat,” ujarnya.
Momentum Refleksi 25 Tahun BAZNAS
Pemaparan capaian program, tantangan, serta rencana pembangunan gedung baru tersebut menjadi bagian dari refleksi dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 BAZNAS. Momentum ini dimaknai sebagai penguatan komitmen lembaga zakat dalam menjalankan fungsi sosial dan kemanusiaan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Wali Kota Bekasi berharap, dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, BAZNAS dapat semakin dipercaya masyarakat, baik sebagai pengelola zakat maupun sebagai mitra pemerintah dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan sosial.
“BAZNAS adalah garda terdepan pelayanan sosial berbasis zakat. Pemerintah daerah tentu akan terus mendorong penguatan kelembagaan agar manfaat zakat semakin luas dan tepat sasaran,” pungkas Tri Adhianto.
Dengan rencana pembangunan gedung baru dan keberlanjutan program sosial yang telah berjalan, BAZNAS Kota Bekasi diharapkan mampu menghadirkan layanan zakat yang lebih optimal, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Baca Juga
Komentar