TB Hasanuddin Ingatkan Pemerintah Soal Risiko Evakuasi Warga Gaza ke Pulau Galang
Pena Insight
Jakarta, 11 Agustus 2025 — Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, meminta pemerintah berhati-hati terkait rencana evakuasi 2.000 warga Palestina dari Gaza untuk menjalani pengobatan di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Menurutnya, langkah ini memiliki risiko strategis yang harus diantisipasi agar tidak dimanfaatkan pihak lain, khususnya Israel.
TB Hasanuddin menegaskan, Gaza saat ini masih berada di bawah blokade militer Israel. Proses evakuasi warga sipil hanya bisa dilakukan melalui jalur yang mendapat izin dari otoritas Israel. “Israel dan sekutunya punya kepentingan agar warga Palestina meninggalkan wilayah sengketa. Kita harus cermat agar tidak terjebak skenario tersebut,” ujarnya, Senin (11/8/2025).
Ia mengingatkan bahwa persetujuan warga Palestina merupakan aspek penting sebelum mengambil langkah evakuasi. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan sebagian korban perang justru memilih dirawat di wilayah Palestina sendiri atau di negara tetangga yang lebih dekat.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Palestina terkait persetujuan evakuasi ke Indonesia. Bahkan, di internal otoritas Palestina terdapat perbedaan pandangan, termasuk dari kelompok Hamas, sehingga langkah ini tidak bisa dilakukan sepihak.
“Tidak ada evakuasi tanpa persetujuan dari pihak berwenang di Palestina,” kata mantan perwira tinggi TNI itu. Ia juga mendorong koordinasi dengan negara-negara kunci seperti Mesir dan Yordania yang memiliki posisi strategis dalam isu Palestina.
Menurut TB Hasanuddin, Indonesia perlu memastikan terpenuhinya beberapa syarat krusial sebelum memutuskan realisasi rencana ini. Ia menilai, empat persyaratan utama yang dibutuhkan belum tentu bisa dipenuhi dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto telah mengumumkan rencana penyiapan Pulau Galang sebagai pusat pengobatan warga Gaza. Dalam Sidang Kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (6/8/2025), Prabowo menginstruksikan Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri menyiapkan mekanisme penerimaan dan perawatan korban perang tersebut.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menjelaskan bahwa Pulau Galang dipilih karena memiliki rumah sakit dan fasilitas pendukung yang memadai. Korban yang mengalami luka akibat bom atau runtuhan bangunan dapat memperoleh perawatan intensif di lokasi tersebut.
Rencana ini merupakan bagian dari upaya kemanusiaan Indonesia untuk membantu korban perang di Gaza. Meski demikian, TB Hasanuddin menegaskan pentingnya kehati-hatian, koordinasi diplomatik, dan kesepakatan semua pihak agar langkah ini tidak menimbulkan dampak politik yang merugikan.
Baca Juga
Komentar