Tan Hendra Jonathan Kembali ke Bank Bumi Arta, Kini Jadi Presiden Komisaris
Jakarta — PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) resmi menunjuk Tan Hendra Jonathan sebagai Presiden Komisaris baru melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 20 Oktober 2025.
Penunjukan ini menandai kembalinya Hendra ke lingkungan BNBA setelah sempat meninggalkan jabatan sebelumnya pada tahun 2022.
Hendra menggantikan posisi Rachmat Mulia Suryahusada, Presiden Komisaris sebelumnya yang wafat beberapa waktu lalu.
Dalam risalah rapat yang dipublikasikan perseroan, disebutkan bahwa pengangkatan Hendra akan berlaku efektif tujuh hari kerja setelah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui proses fit and proper test.
“Pengangkatan T. Hendra Jonathan selaku Presiden Komisaris Perseroan berlaku efektif tujuh hari kerja sejak diperolehnya persetujuan fit and proper test,” tulis manajemen BNBA dalam keterangan resmi, Rabu (22/10/2025).
Keputusan RUPSLB tersebut disetujui oleh 63,94 persen pemegang saham, sedangkan 36 persen tidak menyetujui dan 0,04 persen abstain.
Meski tidak bulat, keputusan ini tetap sah sesuai ketentuan pasar modal dan anggaran dasar perusahaan.
Bagi Hendra, jabatan ini bukanlah hal baru. Sebelumnya, ia pernah menduduki posisi Direktur Kepatuhan di Bank Bumi Arta hingga akhirnya mengundurkan diri pada Oktober 2022.
Kembali duduk di kursi komisaris, Hendra diharapkan mampu membawa arah strategis baru dalam memperkuat tata kelola perusahaan perbankan nasional tersebut.
Kembalinya Hendra disebut-sebut sebagai langkah penyegaran organisasi setelah dinamika manajemen yang terjadi sepanjang dua tahun terakhir.
Sumber internal BNBA menyebut, latar belakang Hendra di bidang kepatuhan dan manajemen risiko menjadi alasan kuat di balik keputusan pemegang saham.
Dalam RUPSLB yang sama, Bank Bumi Arta juga memutuskan untuk memberhentikan Aditya Putra Utama dari jabatannya sebagai Direktur Digital Banking.
Pergantian ini disebut sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat arah bisnis dan menyesuaikan kebutuhan pasar perbankan digital yang terus berkembang.
Berikut susunan direksi dan komisaris Bank Bumi Arta hasil RUPSLB 20 Oktober 2025:
Dewan Direksi:
-
Direktur Utama: Wikan Aryono
-
Direktur: Hendrik Atmaja
-
Direktur: Edwin Suryahusada
-
Direktur: John David Nehemia Engelen
Dewan Komisaris:
-
Presiden Komisaris: Tan Hendra Jonathan
-
Wakil Presiden Komisaris/Komisaris Independen: Daniel Budi Dharma
-
Komisaris/Komisaris Independen: M. Sjariffudin
-
Komisaris: I Gusti Agung Rai Wirajaya
Dengan susunan baru ini, BNBA menargetkan peningkatan kinerja perusahaan di tengah ketatnya persaingan industri perbankan nasional.
Perseroan juga akan fokus memperkuat digitalisasi layanan dan efisiensi operasional untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.
Analis pasar modal menilai keputusan tersebut sebagai langkah strategis. “Masuknya kembali Tan Hendra Jonathan bisa meningkatkan kepercayaan investor terhadap arah kepatuhan dan tata kelola Bank Bumi Arta,” ujar seorang analis senior perbankan yang enggan disebut namanya.
Selain itu, OJK menegaskan akan melakukan proses uji kelayakan dengan cermat. Hendra baru bisa bekerja efektif setelah seluruh tahapan administrasi dan kelayakan disetujui oleh otoritas.
Bank Bumi Arta, yang berdiri sejak 1967, dikenal sebagai salah satu bank swasta nasional tertua di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, BNBA berupaya memperkuat posisi di sektor layanan perbankan digital serta menjaga rasio keuangan tetap sehat di tengah tantangan ekonomi global.
Manajemen optimistis, dengan kehadiran Hendra, arah kebijakan perusahaan akan semakin solid dan adaptif terhadap perubahan industri finansial.
“Komposisi dewan yang baru diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai perusahaan dan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan,” tulis manajemen BNBA menutup keterangan resmi mereka.
Baca Juga
Komentar