Tambang Emas Raksasa Saratoga & Boy Thohir Siap Panen! Produksi Dimulai Awal 2026
Pena Insight
Jakarta, 30 Agustus 2025 - PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) akhirnya mendekati babak baru. Proyek tambang emas raksasa di Gunung Pani, Gorontalo, yang menjadi kongsi Grup Saratoga dan pengusaha nasional Garibaldi “Boy” Thohir, dipastikan siap beroperasi komersial pada kuartal I-2026.
Saat ini, progres pembangunan Proyek Pani telah mencapai 67% hingga akhir Juni 2025. MDKA menargetkan fase komisioning atau uji coba bisa berlangsung pada akhir tahun ini, sehingga produksi emas perdana dapat digarap awal tahun depan.
Pada tahun pertamanya, Proyek Pani diproyeksikan mampu menghasilkan 80.000 ounces (oz) emas. Ke depan, kapasitas produksi akan terus ditingkatkan hingga 300.000 oz per tahun, bahkan puncaknya bisa menembus 500.000 oz per tahun. Angka ini digadang-gadang bakal menjadikan Pani salah satu tambang emas terbesar di Asia Tenggara.
General Manager Communications MDKA, Tom Malik, menegaskan proyek ini akan diawali dengan metode heap leach untuk mengolah bijih oksida, sebelum beralih ke teknologi carbon-in-leach (CIL) pada 2028. Transformasi teknologi ini diharapkan mampu mengoptimalkan hasil produksi dan efisiensi biaya.
Selain fokus pada operasional, MDKA juga tengah bersiap melakukan IPO anak usahanya yang mengurusi bisnis tambang emas. Informasi yang beredar menyebutkan IPO ini bisa menjadi salah satu yang terbesar tahun ini, sekaligus menarik perhatian investor global.
Sejumlah analis menilai kehadiran Proyek Pani akan menjadi “game changer” bagi kinerja keuangan MDKA. Perusahaan yang sempat membukukan rugi US$3,7 juta pada kuartal I-2025 ini diperkirakan mampu berbalik untung pada 2026, seiring kontribusi penuh tambang Pani.
Analis dari KB Valbury Sekuritas bahkan memperkirakan EBITDA MDKA bakal melonjak 131,4% pada 2026, sementara Samuel Sekuritas memproyeksikan laba bersih solid hingga US$196 juta pada tahun yang sama. Dengan harga emas yang relatif kuat di pasar global, posisi MDKA diyakini semakin kokoh.
Proyek Pani bukan hanya menambah portofolio MDKA setelah Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, tapi juga menjadi simbol kepercayaan investor terhadap potensi industri tambang emas Indonesia. Tak heran, publik menanti awal 2026 sebagai momentum penting dalam sejarah MDKA dan Grup Saratoga.
Baca Juga
Komentar