SukkhaCitta Luncurkan PERTIWI Edit: Beskap, Kebaya, dan Kain Jadi Busana Kekinian
Pena Insight
Jakarta, 29 Agustus 2025 – Brand fesyen lokal berkelanjutan, SukkhaCitta, meluncurkan koleksi terbaru bertajuk PERTIWI: A Modern Heritage Edit atau PERTIWI Edit. Koleksi ini menghadirkan perpaduan tiga identitas busana khas Nusantara, yaitu beskap, kebaya, dan kain, yang diolah menjadi busana modern tanpa meninggalkan akar budaya Indonesia.
Creative Director SukkhaCitta, Anastasia Setiobudi, menjelaskan bahwa ketiga busana tradisional tersebut memiliki makna filosofis yang mendalam. “Kebaya melambangkan sisi feminin, beskap sebagai maskulin, sementara kain netral karena bisa dikenakan oleh siapa saja,” ujar Anastasia saat peluncuran di toko SukkhaCitta, ASHTA District 8, Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2025).
Langkah ini disebut sebagai upaya menjaga warisan leluhur agar tetap relevan di masa kini. Busana dalam koleksi PERTIWI Edit dirancang menggunakan tenun ATBM, memadukan siluet kebaya dengan potongan beskap, ditambah detail unik berupa tali yang dapat dimodel menyerupai kain pelengkap.
Koleksi ini hadir dalam tiga warna khas SukkhaCitta, yaitu putih, merah Tree Bark Red, dan cokelat krem Heirloom Brown. Warna merah dihasilkan dari kombinasi tiga jenis kulit kayu yang diolah dengan teknik pewarna alami hasil riset bertahun-tahun. Sementara cokelat krem hadir dari warna asli bunga kapas yang ditanam langsung oleh komunitas desa mitra SukkhaCitta.
Menurut Anastasia, inspirasi warna terambil dari filosofi berpakaian para ibu di desa. “Kalau masih gadis biasanya pakai warna netral, setelah menikah atau menjadi ibu, bertransformasi dengan warna lebih gelap seperti merah dan hitam,” jelasnya.
Sebagai brand berkonsep “farm to closet”, SukkhaCitta memastikan seluruh bahan berasal dari alam dan dikelola berkelanjutan. Mulai dari kapas, pewarna, hingga proses tenun, semua dilakukan bersama komunitas petani dan perajin di lima desa, yaitu Ambarawa, Pekalongan, Jawa Timur, Bali, dan Flores.
Dengan koleksi PERTIWI Edit, SukkhaCitta berharap busana tradisional Indonesia tetap hidup, dicintai, sekaligus berkontribusi pada gerakan sustainable fashion demi masa depan bumi.
Baca Juga
Komentar