SPPG Bojong Rawalumbu 2 Kota Bekasi Terus Genjot Program MBG bagi Pelajar
Kota Bekasi - SPPG Kota Bekasi Bojong Rawalumbu 2 Yayasan Patriot Anak Nusantara, terus menunjukkan progres positif sejak resmi dijalankan pada Agustus lalu. Kepala SPPG, Andreas Pasada Simatupang menyampaikan bahwa hingga kini pelaksanaan program telah menjangkau ribuan penerima manfaat di berbagai sekolah.
“Kami mulai beroperasi sejak bulan Agustus. Hingga saat ini sudah berjalan di 3.764 titik distribusi. Progresnya cukup baik, dan kami akan terus mempertahankannya agar lebih optimal,” ujar Andreas, Rabu (22/10/2025).
Menurut Andreas, fokus utama SPPG adalah memastikan setiap anak sekolah yang menjadi penerima program mendapatkan manfaat langsung, terutama dari sisi gizi, kelayakan dan kebersihan makanan.
Setiap bulan, pihak SPPG secara rutin turun ke sekolah-sekolah untuk melakukan evaluasi langsung terhadap menu dan cita rasa makanan yang disajikan. “Kami ingin tahu seperti apa tanggapan para siswa terhadap menu yang disediakan. Evaluasi ini penting agar kami bisa menyesuaikan dengan kebutuhan anak-anak” jelasnya.
Hasil evaluasi lapangan menunjukkan bahwa para siswa memberikan respon positif terhadap menu yang disajikan. Bahkan, tak sedikit yang menyampaikan permintaan khusus terhadap jenis makanan yang mereka inginkan.
“Banyak anak yang request menu seperti ayam geprek atau dimsum. Walaupun beberapa menu belum bisa kami masukkan ke dalam standar, kami tetap mencatatnya sebagai bahan evaluasi positif,” tutur Andreas.
Dari sisi Standar Operasional Prosedur (SOP), Andreas menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan di SPPG telah menerapkan prinsip higienitas yang ketat.
“Setiap divisi mulai dari pemorsian, pengolahan, hingga pendistribusian wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) dan melaksanakan pembersihan secara rutin setiap minggu” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan general cleaning dilakukan di masing-masing divisi tanpa terkecuali. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan kebersihan dapur sesuai standar keamanan pangan.
“Kami pastikan setiap area bersih dan bebas dari potensi kontaminasi. Rambut wajib tertutup, kuku harus bersih, dan seluruh peralatan dibersihkan secara berkala,” jelasnya.
Untuk cakupan penerima manfaat, SPPG Kota Bekasi Bojong Rawalumbu 2 melayani berbagai jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.
“Saat ini penerima manfaat kami mencakup siswa dari TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Saat ini program sudah berjalan di sembilan sekolah titik awal,” papar Andreas.
Ia menjelaskan bahwa distribusi dilakukan secara bertahap dan terukur, agar setiap sekolah mendapat pelayanan gizi yang merata dan sesuai kebutuhan.
Dalam operasionalnya, SPPG juga melibatkan relawan dari masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan partisipasi warga sekaligus memberikan kesempatan kerja lokal.
“Kami merekrut relawan dari lingkungan sekitar karena jam kerja berlangsung dari malam hingga pagi (sistem shift). Dengan begitu, warga sekitar bisa ikut berkontribusi,” katanya.
Andreas tak lupa menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah mendukung penuh keberlangsungan program ini. “Terima kasih kepada Pemerintah Kota Bekasi, khususnya kepada Pak Presiden Prabowo yang telah memberikan perhatian dan menjalankan program MBG dengan sangat baik. Banyak tanggapan positif dari para siswa dan pihak sekolah” ucapnya.
Ke depan, ia berharap pelaksanaan SPPG Kota Bekasi Bojong Rawalumbu 2 dapat terus ditingkatkan dan dijalankan sesuai dengan SOP yang berlaku.
“Harapan kami, semua pelaksana SPPG di wilayah lain bisa terus menjaga standar yang sama sesuai aturan, profesional, dan tetap berorientasi pada manfaat untuk anak-anak,” pungkasnya.
Andreas menyampaikan pesan singkat bagi seluruh timnya untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi generasi muda. “Kami di SPPG akan terus berkomitmen membangun, melayani, dan menjaga kualitas gizi anak bangsa” tutupnya.
Baca Juga
Komentar