Situasi di DPR Aman, Polda Metro Jaya Kerahkan 1.371 Personel
Pena Insight
Jakarta, 5 November 2025 – Situasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI dipastikan aman dan terkendali. Polda Metro Jaya menurunkan sebanyak 1.371 personel gabungan untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa yang sempat diwarnai kehadiran mahasiswa dari salah satu universitas di Bandung.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, menegaskan tidak ada gangguan berarti hingga Jumat sore. “Masyarakat tidak perlu khawatir, ada kami hadir di sini untuk memberikan rasa aman dan perlindungan,” katanya saat doorstop di depan Gedung DPR/MPR.
Ia menambahkan, hingga pukul 14.59 WIB, kondisi tetap kondusif. Meski ada penyampaian pendapat, situasi tidak berujung ricuh. Aparat disebut telah menempatkan personel di berbagai titik strategis, termasuk pintu masuk DPR.
Ade Ary juga menyampaikan pesan damai bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, momentum ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ketertiban dan menghormati perbedaan pendapat.
“Semoga dengan semangat Maulid Nabi, kita berkomitmen untuk terus menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Situasi aman merupakan harapan kita bersama,” ujarnya.
Dalam pengamanan tersebut, ribuan personel gabungan berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, Pemprov DKI, hingga Kodam Jaya. Semua unsur dikonsolidasikan dalam satu komando agar tidak terjadi celah keamanan.
“Kami berharap situasi tetap kondusif. Kami siap dan hadir di lapangan. Mohon semua pihak mengikuti arahan petugas,” tambah Ade Ary.
Polda Metro Jaya menekankan, pengamanan bukan hanya fokus pada DPR/MPR, tetapi juga masyarakat sekitar yang tetap beraktivitas. Petugas ditugaskan menjaga arus lalu lintas, terminal, hingga titik keramaian.
Selain itu, 13 Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya turut menggelar patroli dan pemantauan. Mereka bekerja sama dengan stakeholder terkait, termasuk Pemprov DKI dan aparat TNI.
Ade Ary menegaskan bahwa strategi keamanan bersifat menyeluruh. Tujuannya bukan hanya mengamankan aksi, melainkan memastikan warga yang tidak terlibat tetap merasa nyaman.
Menurutnya, aksi penyampaian pendapat adalah hak konstitusional. Namun, kebebasan berekspresi tidak boleh mengganggu ketertiban umum. Oleh karena itu, kepolisian menyiapkan langkah preventif agar demonstrasi berjalan damai.
“Kami tidak hanya mengawal massa aksi, tetapi juga menjamin masyarakat lain dapat beraktivitas dengan tenang,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan kerusuhan maupun tindakan anarkis di sekitar lokasi. Situasi tetap terkendali berkat koordinasi intensif aparat di lapangan.
Langkah ini dinilai sebagai upaya Polda Metro Jaya menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan stabilitas keamanan. Kehadiran ribuan personel disebut sebagai bentuk komitmen melindungi kepentingan publik secara menyeluruh.
Ke depan, Polda Metro Jaya berjanji terus melakukan pendekatan humanis dalam pengamanan aksi. Aparat diminta tetap mengedepankan dialog dan komunikasi agar setiap unjuk rasa berlangsung tertib.
Baca Juga
Komentar