Sidak Malam Tri Adhianto, Danau Duta Harapan Siap Disulap Jadi Ikon Wisata Bekasi
Kota Bekasi - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kembali turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi fasilitas publik tetap aman dan nyaman bagi masyarakat. Jumat malam, 16 Januari 2026, Tri melakukan pemantauan kawasan Danau Duta Harapan di Kecamatan Bekasi Utara. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung situasi lingkungan sekitar danau sekaligus memantau aktivitas warga yang memanfaatkan ruang publik tersebut pada malam hari.
Kehadiran Wali Kota di lokasi pada malam hari menarik perhatian warga. Dengan berjalan kaki mengelilingi area danau, Tri meninjau berbagai sudut kawasan yang selama ini menjadi tempat berkumpul masyarakat. Dari hasil pantauannya, ia menemukan masih minimnya penerangan di sejumlah titik. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan serta mengurangi rasa aman bagi warga yang beraktivitas di area tersebut.
Minimnya pencahayaan langsung menjadi perhatian utama. Tri menegaskan bahwa kawasan publik seperti Danau Duta Harapan tidak boleh dibiarkan gelap, karena dapat membuka peluang terjadinya aktivitas yang tidak diinginkan. Ia pun langsung mengambil langkah cepat dengan memerintahkan Dinas Perhubungan Kota Bekasi untuk memasang lampu tembak dari berbagai arah guna menerangi kawasan danau secara maksimal.
“Penerangan harus segera dipasang. Kawasan ini adalah ruang publik, jangan sampai dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak semestinya,” tegas Tri Adhianto di lokasi pemantauan.
Langkah cepat ini dilakukan sebagai upaya menciptakan rasa aman bagi warga sekaligus menjaga fungsi ruang publik agar tetap sehat dan positif. Tri menilai penerangan yang memadai tidak hanya soal estetika, tetapi juga bagian penting dari upaya pencegahan kriminalitas serta peningkatan kenyamanan masyarakat.
Dalam kegiatan pemantauan tersebut, Tri juga menyempatkan diri berdialog dengan warga yang masih beraktivitas di sekitar danau. Ia mendapati sejumlah masyarakat memanfaatkan area tersebut untuk memancing pada malam hari sebagai kegiatan mengisi waktu luang. Bahkan, terlihat pula dua orang pelajar yang duduk santai berbincang dengan temannya di pinggir danau. Hal ini menunjukkan bahwa Danau Duta Harapan telah menjadi ruang publik yang hidup dan digunakan masyarakat, meski masih membutuhkan penataan lebih lanjut.
Tri menilai potensi kawasan Danau Duta Harapan sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata air baru di Kota Bekasi. Menurutnya, lokasi ini memiliki daya tarik alam yang bisa dioptimalkan apabila ditunjang dengan penataan lingkungan, penerangan yang memadai, serta kehadiran pelaku UMKM yang dapat menggerakkan roda perekonomian warga sekitar.
“Kawasan ini punya potensi besar. Jika ditata dengan baik, penerangan cukup, dan dilengkapi UMKM, maka bisa menjadi destinasi wisata air yang bermanfaat bagi warga,” ujarnya.
Rencana pengembangan Danau Duta Harapan sebagai kawasan wisata air sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bekasi untuk memperbanyak ruang publik yang produktif, ramah keluarga, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Kehadiran UMKM di sekitar kawasan danau diharapkan dapat menciptakan lapangan usaha baru serta meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.
Dalam pemantauan malam tersebut, Wali Kota Bekasi turut didampingi Camat Bekasi Utara, Ikhwanudin. Kehadiran aparat wilayah ini sekaligus memastikan bahwa instruksi wali kota dapat segera ditindaklanjuti di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Tidak hanya fokus pada kawasan danau, Tri Adhianto juga menyempatkan diri berhenti di persimpangan Jalan Lingkar Utara. Di lokasi tersebut, ia meninjau kondisi aliran kali yang tampak dipenuhi rumput liar. Menurutnya, aliran sungai yang tidak terawat berpotensi menimbulkan masalah lingkungan, seperti penyumbatan air dan genangan saat musim hujan.
Tri pun menegaskan kepada camat dan lurah setempat agar segera melakukan pembersihan aliran kali tersebut. Ia menekankan pentingnya perawatan saluran air sebagai bagian dari upaya pencegahan banjir dan menjaga kebersihan lingkungan perkotaan.
Selain itu, ia juga menyoroti keberadaan spanduk-spanduk yang terpasang di pinggir jalan. Spanduk yang tidak tertata dinilai mengganggu estetika kota dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Tri meminta agar spanduk tersebut segera ditertibkan dan diturunkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah-langkah yang dilakukan Tri Adhianto dalam sidak malam ini menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang responsif dan dekat dengan kondisi lapangan. Dengan turun langsung ke lokasi, berbagai persoalan lingkungan dapat terdeteksi lebih cepat dan ditangani tanpa harus menunggu laporan berjenjang.
Sidak malam di Danau Duta Harapan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota Bekasi serius dalam menciptakan ruang publik yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat. Penambahan penerangan, penataan kawasan, pembersihan kali, serta penertiban spanduk menjadi bagian dari upaya menyeluruh untuk meningkatkan kualitas tata kota.
Ke depan, warga berharap langkah cepat tersebut segera terealisasi agar Danau Duta Harapan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi berkembang menjadi ikon wisata air Kota Bekasi yang ramah keluarga, aman di malam hari, serta mampu menggerakkan ekonomi lokal.
Baca Juga
Komentar