Setahun Tri–Haris, DPRD Apresiasi Kinerja Pemkot Bekasi tapi Soroti Banjir dan Investasi
Bekasi — Menjelang genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Abdul Haris Bobihoe, Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Golkar, Dariyanto, menyampaikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Kota Bekasi yang dinilai menunjukkan progres positif.
Menurut Dariyanto, sejumlah program strategis yang dijalankan pemerintah daerah dalam setahun terakhir telah berjalan cukup efektif dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Satu tahun kepemimpinan Pak Tri dan Pak Haris ini, saya secara pribadi mengapresiasi langkah-langkah yang sudah diambil, terutama dalam penataan lingkungan. Banyak wilayah yang kini mulai tertata dengan baik,” kata Dariyanto di Gedung DPRD, Jumat (13/2/2026).
Ia menilai pembenahan tata kota menjadi salah satu capaian yang terlihat, meski masih perlu konsistensi dalam pelaksanaannya.
Kendati memberikan apresiasi, Dariyanto mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan, khususnya terkait infrastruktur dan pengendalian banjir di Kota Bekasi.
Dalam beberapa pekan terakhir, intensitas hujan yang tinggi kembali memicu banjir di sejumlah titik. Kondisi ini memunculkan kembali keluhan warga terhadap persoalan yang dinilai belum terselesaikan secara menyeluruh.
“Persoalan banjir ini harus ditangani bukan hanya maksimal, tetapi sampai tuntas. Ini menjadi PR bersama,” tegasnya.
Selain banjir, ia juga menyoroti pentingnya pembenahan jalur pedestrian serta penataan kabel ducting agar wajah kota semakin rapi dan mendukung visi sebagai kota modern.
Menurutnya, penataan infrastruktur yang terintegrasi tidak hanya meningkatkan estetika kota, tetapi juga memberi kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat.
Di sisi lain, Dariyanto menyoroti capaian investasi daerah yang dinilai mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya.
Dalam rapat dengar pendapat bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi, ia mencermati realisasi investasi baru mencapai sekitar 79 persen.
“Berdasarkan hearing dengan dinas terkait, capaian investasi sekitar 79 persen, lebih kecil dibanding masa pandemi COVID-19. Salah satu faktornya karena program strategis nasional sudah banyak yang selesai,” jelasnya.
Ia menambahkan, melemahnya daya beli masyarakat turut berdampak pada sektor perdagangan dan jasa. Bahkan, beberapa pusat perbelanjaan dilaporkan mengalami penurunan aktivitas hingga harus menutup operasional.
Padahal, menurutnya, Kota Bekasi memiliki potensi besar sebagai kota jasa dan perdagangan di kawasan penyangga ibu kota.
“Kita membutuhkan investor untuk terus berkembang. Karena itu, pemerintah harus fokus meningkatkan kembali nilai investasi,” tuturnya.
Dariyanto berharap evaluasi satu tahun kepemimpinan ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor infrastruktur, mengatasi banjir secara komprehensif, serta menggenjot kembali investasi demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan
Baca Juga
Komentar