Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Turun ke Pegunungan Bintang, Pastikan Kesiapsiagaan TNI-Polri di Medan Ekstrem Papua
Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan — Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz-2026 kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua. Kali ini, tim Satgas melaksanakan asistensi langsung ke Pos Komando Taktis (Poskotis) 431/SSP/3/3 Kostrad Den 4 Rajawali di Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Rabu (21/1/2026) sore.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau kesiapsiagaan personel sekaligus memastikan seluruh perangkat operasional berjalan optimal di salah satu wilayah dengan karakter geografis paling menantang di Indonesia. Medan terjal, cuaca ekstrem, serta keterbatasan akses menjadi faktor yang membutuhkan kesiapan ekstra dari aparat keamanan.
Asistensi dipimpin oleh Kepala Satuan Tugas Bantuan Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Bambang Widiatmoko, S.H., M.H., didampingi sejumlah pejabat utama satgas lainnya. Kehadiran pimpinan di lapangan menjadi bentuk perhatian langsung terhadap personel yang bertugas jauh dari pusat komando.
Rombongan Satgas memeriksa kondisi pos, perlengkapan operasional, serta kesiapan logistik pendukung. Selain itu, dilakukan dialog langsung dengan personel untuk menyerap masukan terkait situasi keamanan maupun kendala yang dihadapi di lapangan.
Tidak hanya pengecekan teknis, kegiatan juga diisi dengan silaturahmi antara jajaran Satgas Ops Damai Cartenz dengan personel TNI Kostrad yang bertugas di Poskotis 431 Rajawali. Momentum ini memperkuat koordinasi serta mempererat solidaritas antar-satuan.
Usai kegiatan di pos, Satgas melanjutkan patroli gabungan bersama unsur TNI-Polri di wilayah Distrik Serambakon. Patroli tersebut bertujuan memastikan kondisi masyarakat tetap aman sekaligus menunjukkan kehadiran negara di wilayah pedalaman Papua.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa asistensi lapangan merupakan agenda rutin untuk menjaga moral serta profesionalisme personel.
“Kehadiran pimpinan di medan tugas adalah bentuk dukungan nyata. Kami ingin memastikan setiap personel merasa diperhatikan, tetap solid, dan mampu menjalankan tugas dengan penuh dedikasi,” ujarnya.
Menurut Brigjen Faizal, tantangan operasi di Papua bukan hanya persoalan keamanan, tetapi juga kondisi geografis dan sosial yang memerlukan pendekatan humanis serta komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menekankan pentingnya sinergi antara Satgas Ops Damai Cartenz dengan kepolisian kewilayahan serta unsur TNI yang bertugas di lapangan.
“Hubungan yang solid antar-satuan adalah kunci keberhasilan operasi. Koordinasi yang kuat mempercepat respons situasi dan menjaga stabilitas keamanan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi yang terbangun tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap aparat negara.
Operasi Damai Cartenz sendiri merupakan salah satu upaya strategis Polri dalam menjaga keamanan Papua melalui pendekatan terpadu, mengedepankan pencegahan gangguan keamanan, serta mengutamakan perlindungan masyarakat.
Melalui asistensi ini, Satgas memastikan seluruh personel tetap siaga, terlatih, serta memiliki semangat tinggi dalam menjalankan tugas negara di wilayah dengan kompleksitas tinggi.
Dengan patroli gabungan dan penguatan koordinasi, Ops Damai Cartenz-2026 menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan rasa aman, memperkuat kehadiran negara, serta menjaga Papua tetap kondusif demi mendukung pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga
Komentar