RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri Terima Kunjungan Kedutaan Besar Inggris, Bahas Kerja Sama Forensik dan Repatriasi Jenazah
Jakarta — Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri menerima kunjungan resmi dari perwakilan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta.
Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat komunikasi dan kerja sama lintas negara, khususnya dalam penanganan autopsi jenazah warga negara Inggris yang akan direpatriasi ke negaranya serta koordinasi penanganan kasus hukum terkait kondisi kematian.
Rombongan dari Kedutaan Besar Inggris terdiri dari Poonam Jandu selaku Coroner Liaison Officer, Falma Kemalasari selaku Vice Consul British Embassy Jakarta, dan Gilang Ahmad Rizki selaku Pro-Consul British Embassy Jakarta.
Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri, Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono, bersama jajaran pejabat utama rumah sakit serta tim Instalasi Kedokteran Forensik.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas secara mendalam mengenai prosedur autopsi, standar forensik, serta mekanisme komunikasi lintas lembaga yang selama ini diterapkan di Indonesia dan Inggris.
Tujuan utamanya adalah menciptakan pemahaman yang sama dalam proses penanganan jenazah warga negara asing agar seluruh tahapan berjalan profesional, transparan, dan sesuai dengan hukum yang berlaku di kedua negara.
“Kami sangat menyambut baik kunjungan dari Kedutaan Besar Inggris ini. Komunikasi dan kerja sama yang baik sangat penting untuk memastikan seluruh proses forensik, terutama yang melibatkan warga negara asing, berjalan dengan profesional dan penuh tanggung jawab,”
ujar Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono dalam sambutannya.
Pihak Kedutaan Besar Inggris juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan kesempatan berdiskusi secara langsung mengenai praktik kedokteran forensik di Indonesia. Mereka menilai RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri memiliki sistem dan kapasitas yang mumpuni dalam menangani berbagai kasus kematian yang membutuhkan analisis forensik mendalam.
Kunjungan ini juga menjadi sarana untuk berbagi pengalaman dan best practice antara dua lembaga, termasuk pembahasan mengenai prosedur repatriasi jenazah warga negara Inggris yang meninggal di Indonesia.
Selain itu, pertemuan turut membahas mekanisme pertukaran data dan dokumentasi forensik sesuai dengan ketentuan diplomatik dan hukum internasional.
“Kami berterima kasih atas keterbukaan dan kerja sama dari pihak RS Bhayangkara Polri. Pertemuan ini sangat bermanfaat untuk memperkuat kolaborasi di bidang forensik dan memastikan setiap proses penanganan jenazah warga negara asing berjalan dengan baik,”
ujar Poonam Jandu, Coroner Liaison Officer dari Kedutaan Besar Inggris.
Dengan kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi berkelanjutan antara Pusdokkes Polri dan Kedutaan Besar Inggris, terutama dalam memperkuat sistem penanganan kasus kemanusiaan lintas negara yang membutuhkan ketelitian dan kerja sama antar instansi.
RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri berkomitmen untuk terus menjaga standar profesionalisme, integritas, dan transparansi dalam setiap pelayanan medis dan forensik, serta memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang kedokteran kepolisian.
“Kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga menjadi bukti bahwa institusi Polri terus beradaptasi dan berkolaborasi dengan standar global dalam bidang kedokteran forensik,” tutup Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono.
Baca Juga
Komentar