Ribuan Lowongan Dibuka! Jakarta Job Fair 2025 Jadi Angin Segar di Tengah Ketatnya Persaingan Kerja
Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggulirkan langkah strategis dalam memperluas akses tenaga kerja melalui gelaran Jakarta Job Fair 2025, yang berlangsung di wilayah Jakarta Utara.
Kegiatan ini digelar oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans) Provinsi DKI Jakarta sebagai komitmen menghadirkan kesempatan kerja inklusif di tengah tantangan ekonomi global.
Peluang ini hadir tanpa pungutan biaya alias gratis dan terbuka bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Pemerintah memastikan bahwa tidak ada diskriminasi dalam proses rekrutmen yang dilakukan oleh perusahaan peserta.
Acara Jakarta Job Fair dijadwalkan berlangsung dua hari, 14–15 Oktober 2025, mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIB, berlokasi di Gedung Serbaguna Gelora Sunter, Jalan Danau Sunter Selatan No.1, Jakarta Utara.
Selain itu, kegiatan juga dapat diikuti secara daring melalui laman jobfair.kemnaker.go.id mulai 13 hingga 20 Oktober 2025.
Kepala Disnakertrans DKI Jakarta menyebut, ajang ini menjadi momentum penting untuk menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan dunia industri. “Kami ingin masyarakat Jakarta punya peluang yang sama untuk berkembang dan menemukan pekerjaan terbaiknya,” ujarnya.
Dalam unggahan akun resmi @dkijakarta, pemerintah mengajak masyarakat mempersiapkan diri sebaik mungkin.
“Siapkan CV terbaikmu dan datang ke Jakarta Job Fair di Jakarta Utara. Jangan lewatkan kesempatannya ya!” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Ajang ini diikuti oleh 38 perusahaan lintas industri, mulai dari teknologi, perbankan, logistik, ritel, hingga industri kreatif.
Total terdapat ribuan lowongan pekerjaan yang ditawarkan, baik untuk lulusan SMA/SMK, diploma, maupun sarjana.
Selain lowongan kerja, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai talkshow karier, pelatihan singkat, serta bazar UMKM yang menghadirkan produk-produk unggulan warga Jakarta.
Pemerintah menilai kegiatan semacam ini penting untuk memperkuat ekosistem tenaga kerja yang adaptif dan mandiri.
Job Fair ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang menyiapkan kanal daring resmi untuk rekrutmen.
Langkah ini diharapkan memperluas jangkauan pencari kerja dari luar Jakarta agar tetap dapat berpartisipasi secara digital.
Bagi peserta yang mengikuti secara daring, mereka dapat membuat akun dan melengkapi profil di laman https://jobfair.kemnaker.go.id/web untuk mengakses daftar perusahaan, posisi, dan jadwal wawancara virtual.
Pemerintah memastikan seluruh proses berlangsung transparan dan tidak dipungut biaya.
Sejumlah perusahaan juga berkomitmen membuka jalur karier untuk penyandang disabilitas, sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 21 Tahun 2022 tentang Kesetaraan Kesempatan Kerja.
Hal ini menunjukkan arah kebijakan inklusif yang terus diperkuat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Momentum ini juga diharapkan mampu menjadi stimulus bagi penurunan angka pengangguran terbuka di DKI Jakarta, yang sempat meningkat selama pandemi.
Data BPS 2025 menunjukkan, tingkat pengangguran terbuka di ibu kota mencapai 7,2%, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,8%.
Dengan adanya kegiatan seperti Jakarta Job Fair, diharapkan penyerapan tenaga kerja meningkat dan kualitas SDM di Jakarta semakin kompetitif menghadapi tantangan digitalisasi ekonomi.
“Setiap peserta harus melihat ajang ini bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi juga membangun jejaring dan meningkatkan keahlian,” ujar salah satu narasumber talkshow, praktisi HRD dari sektor teknologi.
Sementara itu, Pemerintah DKI Jakarta menegaskan komitmen jangka panjang untuk menciptakan lebih banyak peluang kerja berkelanjutan.
Program pelatihan vokasi, sertifikasi digital, dan kemitraan dengan startup lokal terus diperkuat untuk memperluas dampak dari kegiatan serupa di masa mendatang.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Jakarta Job Fair 2025 menjadi bukti nyata bahwa kebangkitan ekonomi daerah dimulai dari penguatan tenaga kerja lokal.
“Pintu kesempatan terbuka lebar, tinggal bagaimana kita menyiapkan diri untuk memasukinya,” tutup Kepala Disnakertrans DKI Jakarta.
Baca Juga
Komentar