Rekomendasi Saham BMRI Meningkat Usai Riduan Terpilih Sebagai Dirut Baru
Pena Insight
Jakarta, 6 Agustus 2025 – Sejumlah analis memberikan rekomendasi positif terhadap saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyusul perombakan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Senin, 4 Agustus 2025. Pemegang saham resmi menunjuk Riduan sebagai Direktur Utama menggantikan Darmawan Junaidi.
Dalam pertemuan yang dimulai pukul 09.00 WIB di Menara Mandiri 1, Riduan diangkat menjadi Dirut dan Henry Panjaitan ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama. Proses ini dipercepat pengumumannya semalam sebelumnya dari jadwal awal pukul 15.00 WIB.
Pasar menyambut baik keputusan tersebut. Harga saham BMRI sempat melonjak hingga 1,55% pada pembukaan sesi hari itu, bergerak dari Rp4.530 menjadi sekitar Rp4.600 hingga Rp4.620 per lembar pada pagi hari perdagangan.
Analis pun semakin optimis. Rekomendasi beli (buy) mulai dikeluarkan dengan target harga jangka menengah mencapai Rp7.100 per saham, mencerminkan peningkatan kepercayaan terhadap prospek korporasi dan kepemimpinannya.
Perombakan struktur direksi ini dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Menurut keterangan resmi perusahaan, perubahan diperlukan untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan sinergi fungsi, dan mempercepat pengambilan keputusan strategis, terutama di tengah transformasi bisnis digital dan peran ekonomi kerakyatan.
Riduan bukan figur baru di BMRI. Sebelum menjadi Dirut, ia pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama, Direktur Corporate Banking (2024–2025), dan sebelumnya Direktur Commercial Banking (2019–2024). Kariernya juga mencakup posisi Senior Executive Vice President Middle Corporate dan Regional CEO Sumatra 2 serta Komisaris Mandiri Sekuritas.
Henry Panjaitan, yang menjadi Wadirut baru juga memiliki rekam jejak profesional yang kuat. Sebelumnya ia adalah Direktur Bisnis Penjaminan di PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) dan dikenal sebagai pemimpin dengan pengalaman luas di sektor keuangan.
Transformasi pengurus BMRI ini juga mencerminkan respons perusahaan terhadap dinamika industri perbankan nasional. Dengan komposisi manajemen yang diperbarui, BMRI diharapkan lebih gesit menghadapi persaingan dan memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan melalui tata kelola yang lebih solid dan profesional.
Di pasar modal, prospek kenaikan harga saham BMRI pasca RUPSLB menjadi fokus investor ritel dan institusi. Analis menyoroti potensi pertumbuhan jangka menengah hingga target Rp7.100 sebagai indikasi dampak positif dari perubahan direksi.
Dengan kepemimpinan baru dan strategi yang terus diperkuat, Bank Mandiri diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan kontribusi terhadap kemajuan sektor keuangan dan digital.
Baca Juga
Komentar