Ratusan Warga Padati “Shuling Bekasi Bersama Palestina Jilid 5” di Masjid Al-Gufron, Suarakan Solidaritas Umat Islam dan Kemanusiaan Global
Pena Insight
Bekasi, 4 Agustus 2025 – Subuh Keliling di Kota Bekasi kembali menggema, kali ini dalam balutan solidaritas untuk Palestina. Ratusan jamaah memadati Masjid Al-Gufron, Margahayu Jaya, Bekasi Timur, dalam kegiatan “Shuling Bekasi Bersama Palestina Jilid 5” sebagai wujud nyata dukungan umat terhadap perjuangan rakyat Palestina. Sekitar 200 jamaah dari berbagai kalangan masyarakat mengikuti kegiatan yang dimulai sejak pukul 05.00 WIB. Selain shalat Subuh berjamaah dan mendengarkan tausyiah, kegiatan juga diwarnai dengan penggalangan dana kemanusiaan untuk rakyat Palestina. Suasana penuh kekhidmatan dan semangat solidaritas menyelimuti area masjid sejak dini hari.
Kegiatan ini menghadirkan tokoh-tokoh penting nasional dan lokal, seperti Ust. Mahfudz Abdurrahman (Anggota DPR RI Fraksi PKS), KH. Syaifuddin Siroj (Ketua MUI Kota Bekasi), KH. Shobri Lubis (Ketua Pembina Yayasan Persaudaraan Cinta Al-Aqsha), Abuya KH. Zulkifli Muhammad (ulama internasional), hingga tokoh masyarakat Minang, Datuk Mangkuto Alam.
KH. Syaifuddin Siroj dalam ceramahnya menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina adalah wujud nyata amanat konstitusi dan ajaran Islam. “Menolak penjajahan dan membela yang tertindas adalah kewajiban kita bersama. Kegiatan seperti ini menguatkan kesadaran kolektif umat Islam akan hal itu,” ucapnya disambut takbir dari jamaah.
KH. Shobri Lubis menyampaikan kritik tajam terhadap rezim Israel, yang disebutnya terus melanggar hukum internasional dan membunuh warga sipil atas nama perang. Ia mengajak umat untuk tidak tinggal diam. “Setiap doa dan rupiah yang kita kirimkan hari ini adalah perlawanan terhadap tirani,” tegasnya.
Dalam tausyiahnya, Abuya KH. Zulkifli Muhammad mengajak jamaah untuk menjadikan momen ini sebagai kebangkitan spiritual. “Masjid Al-Aqsha adalah simbol kemuliaan Islam. Menjaga dan membelanya adalah bagian dari menjaga identitas serta kejayaan umat,” ujar beliau, menyentuh aspek historis dan emosional umat Islam.
Ust. Akhirul Sholeh selaku ketua panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin bulanan Shuling Bekasi yang kini mengusung tema kepedulian global. “Kita ingin menjadikan masjid bukan hanya pusat ibadah, tapi juga pusat edukasi dan solidaritas global,” katanya.
Kegiatan ini juga menjadi contoh positif dalam menjaga ketertiban. Dengan dukungan penuh dari Polsek Rawalumbu, kegiatan berjalan aman dan tertib. Kapolsek AKP Ririn Sri Damayanti memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antara masyarakat, ulama, dan aparat keamanan.
Keterlibatan tokoh nasional dan partisipasi masyarakat luas dalam Shuling Bekasi ini menunjukkan bahwa isu Palestina tetap hidup dalam kesadaran publik Indonesia. Dengan menggabungkan spiritualitas, edukasi, dan aksi nyata, acara ini menjadi model partisipatif yang kuat dalam diplomasi masyarakat sipil.
Baca Juga
Komentar