Porprov Jabar 2026 di Bekasi, DPRD Tekankan Percepatan Venue dan Perbaikan Drainase
Bekasi — Kesiapan venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 di Kota Bekasi masih menjadi perhatian DPRD. Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, menegaskan masih ada sejumlah venue yang perjalanannya “cukup panjang” dan perlu percepatan penyelesaian.
Hal itu disampaikannya saat wawancara di Kantor DPRD Kota Bekasi, Rabu sore (11/02/2025). Menurut Anton, meski beberapa venue telah mencapai progres 100 persen, mayoritas lainnya masih dalam tahap penyempurnaan.
“Beberapa venue sudah 100 persen siap, seperti voli indoor. Tapi memang masih ada yang belum, dan itu harus dikejar,” ujar Anton.
Ia mengakui, pembangunan venue Porprov kerap digenjot menjelang pelaksanaan. Padahal, tahapan event dijadwalkan mulai Oktober 2026 dan berlanjut hingga November.
“Harusnya tahapan sudah mulai lebih awal. Kita sedang mencari skema agar beberapa cabang bisa dimulai lebih cepat,” katanya.
Anton menyebut cabang voli pasir menjadi salah satu yang masih menghadapi kendala. Kondisi sarana dan prasarana dinilai belum optimal, terutama karena persoalan drainase.
“Voli pasir itu masih becek. Drainasenya hari ini memang kurang bagus dan itu harus segera dibenahi,” tegasnya.
Ia mengingatkan, lokasi tersebut termasuk kawasan rawan genangan. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan mengganggu jalannya pertandingan saat Porprov berlangsung.
Selain voli pasir, venue basket juga masuk dalam daftar yang perlu percepatan. Meski sebagian venue berada di luar kewenangan langsung Kota Bekasi, Anton menegaskan koordinasi tetap harus berjalan maksimal.
“Basket memang harus dikejar juga. Perkimtan Kota Bekasi saya minta untuk serius mengawal progresnya,” ujarnya.
Tak hanya infrastruktur lapangan, fasilitas pendukung seperti MCK juga menjadi perhatian. Anton menekankan pentingnya memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak di setiap venue.
“Jangan sampai kita jadi tuan rumah tapi MCK tidak ada air. Itu hal mendasar, tapi sangat menentukan kenyamanan atlet dan penonton,” katanya.
Ia juga menyinggung evaluasi saat uji coba atau back-up Porprov sebelumnya. Pada venue bulu tangkis, sempat ditemukan kondisi tribun yang kotor dan area yang belum sepenuhnya rapi.
“Waktu itu memang belum selesai 100 persen karena masih tahap uji coba. Tapi sekarang sudah hampir selesai, tinggal perbaikan kecil di area gedung,” jelasnya.
Anton memastikan pihaknya telah meminta perbaikan segera dilakukan agar tidak ada catatan serupa saat Porprov resmi digelar.
Terkait target penyelesaian, Komisi II DPRD Kota Bekasi memasang tenggat yang cukup tegas. Seluruh venue yang saat ini masih dalam tahap pembangunan ditargetkan rampung paling lambat akhir Maret 2025.
“Semua harus close di akhir Maret. Cabang-cabang yang masih dibangun, termasuk voli pasir dan lainnya, Maret harus sudah selesai,” tegas Anton.
Menurutnya, batas waktu tersebut penting agar tersedia ruang untuk evaluasi teknis, simulasi pertandingan, dan pembenahan akhir sebelum Porprov dimulai.
Sebagai tuan rumah, Kota Bekasi dinilai tidak boleh hanya mengejar penyelesaian administratif. Kualitas pembangunan, sistem drainase, hingga fasilitas sanitasi harus benar-benar memenuhi standar.
Porprov Jawa Barat 2026 menjadi momentum besar bagi Kota Bekasi untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai penyelenggara event olahraga tingkat provinsi. Karena itu, pengawasan DPRD terhadap progres pembangunan venue dipastikan akan terus dilakukan hingga seluruh pekerjaan dinyatakan tuntas. (Adv)
Baca Juga
Komentar