Polwan Satgas Ops Damai Cartenz Berikan Sentuhan Humanis Bersama Anak-Anak Nduga
Nduga, Papua Pegunungan – Di tengah dinginnya udara pegunungan dan beratnya tugas menjaga keamanan, kehangatan justru hadir di Pos Koteka. Sabtu (13/9/2025) WIT, jajaran Polwan Satgas Operasi Damai Cartenz kembali menunjukkan sisi lembut dari sebuah operasi keamanan.
Kegiatan ini menjadi momen istimewa, ketika para Polwan turun langsung berinteraksi dengan anggota Satgas dan anak-anak di sekitar pos. Kehadiran mereka menjadi penyemangat, menghadirkan suasana kekeluargaan yang mengurangi ketegangan di daerah rawan konflik.
Personel Polwan yang hadir antara lain Bripda Yhani Febriyanti, Bripda Itri Fiadn, dan Bripda Annisa Mahardika dari Satgas Tindak Ops Damai Cartenz, Sektor Nduga. Ketiganya ikut terlibat aktif, bukan hanya mendampingi personel, tetapi juga menghibur anak-anak dengan permainan sederhana dan senyuman yang menenangkan.
Momen itu tampak hangat: tawa anak-anak bercampur canda personel Satgas. Sejenak, suasana Nduga yang biasanya penuh kewaspadaan berubah menjadi tempat berbagi kebahagiaan.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Polwan di tengah misi.
“Kehadiran Polwan di tengah-tengah rekan-rekan di Pos Koteka menunjukkan bahwa operasi ini bukan hanya berbicara tentang keamanan, tetapi juga tentang sisi kemanusiaan. Polwan mampu memberikan sentuhan humanis yang sangat penting untuk menjaga moral dan semangat anggota,” ujar Brigjen Faizal.
Menurutnya, semangat kemanusiaan menjadi bagian tak terpisahkan dari Operasi Damai Cartenz. Selain menegakkan hukum, operasi ini juga berupaya menjaga rasa aman, memulihkan kepercayaan masyarakat, dan membangun komunikasi yang lebih harmonis dengan warga setempat.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa Polwan memiliki peran strategis.
“Polwan mampu menjadi jembatan komunikasi dengan pendekatan yang lebih lembut. Kehadiran mereka bukan hanya mendukung tugas keamanan, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih persuasif dan bersahabat dengan masyarakat,” jelas Kombes Adarma.
Pelibatan Polwan dalam misi di Nduga dinilai memberi dampak psikologis yang positif. Para personel merasa lebih diperhatikan dan termotivasi untuk menjalankan tugas, sementara masyarakat merasakan kedekatan emosional dengan aparat.
Kegiatan yang berlangsung aman dan lancar itu diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan seluruh personel. Anak-anak pun pulang dengan wajah sumringah, membawa pengalaman berharga bertemu sosok Polwan yang ramah dan penuh perhatian.
Bagi Satgas Damai Cartenz, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi sebuah upaya membangun rasa percaya dan memulihkan kedamaian di Tanah Papua. Sentuhan humanis seperti ini menjadi penegas bahwa operasi keamanan tidak selalu identik dengan senjata, tetapi juga dengan hati nurani.
Diharapkan, kebersamaan yang terjalin dapat menjadi energi positif bagi seluruh personel dalam menghadapi tantangan di wilayah rawan. Semangat kekeluargaan ini diharapkan menjadi modal penting dalam menjaga keamanan jangka panjang.
Kegiatan seperti ini juga diharapkan dapat mempererat silaturahmi antara aparat keamanan dan masyarakat, menciptakan suasana damai, serta mendukung pembangunan di Papua Pegunungan.
Dengan langkah kecil seperti ini, Polwan Satgas Ops Damai Cartenz tidak hanya menjaga perdamaian, tetapi juga menanam benih harapan di hati masyarakat Nduga.
Baca Juga
Komentar