Polisi Sambang Kampung Cegah Remaja Terjerat Judi Online dan Tawuran di Bekasi
Pena Insight
Kota Bekasi, 1 Agustus 2025 — Kepolisian terus berupaya melakukan pendekatan preventif untuk menekan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas) dengan cara yang lebih dekat dan humanis. Seperti yang dilakukan oleh Bripka Galih Kuntho Aji, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatimurni, yang menyambangi warga RW 003 di Jalan Rambutan, Kecamatan Pondok Melati, Kamis (31/7) siang.
Kegiatan sambang yang dimulai pukul 14.17 WIB ini tidak sekadar menjadi rutinitas patroli. Bripka Galih menjadikan momen ini sebagai sarana komunikasi langsung dengan masyarakat, mendengar keluhan, menyampaikan pesan-pesan keamanan, serta mengingatkan soal bahaya pengaruh buruk lingkungan terhadap anak dan remaja.
Dalam dialognya, Bripka Galih menegaskan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ia mengimbau warga untuk segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan keamanan, karena keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi juga tanggung jawab sosial bersama.
Khusus kepada para orang tua, ia menekankan kewaspadaan terhadap tren negatif yang semakin meresahkan di kalangan remaja seperti judi online, tawuran, narkoba, hingga pergaulan bebas. Menurutnya, pola pengasuhan dan pengawasan orang tua menjadi benteng pertama yang menentukan masa depan generasi muda.
"Jangan biarkan anak-anak kita dibimbing oleh lingkungan yang salah. Peran keluarga sangat vital dalam membentuk karakter dan menjaga masa depan mereka," ujar Bripka Galih di hadapan sejumlah warga yang berkumpul di teras rumah warga.
Respons masyarakat terhadap kegiatan sambang ini sangat positif. Warga merasa lebih terlindungi dan dihargai, karena kehadiran polisi tidak bersifat represif, melainkan membangun dialog dan kedekatan emosional. Bagi warga Jatimurni, ini bukan hanya patroli, tapi bentuk nyata kehadiran negara di tingkat paling dasar.
Kapolsek Pondok Gede, Kompol Bambang Sugiharto, S.H., M.H., menegaskan bahwa sambang seperti ini adalah strategi utama untuk menjaga kamtibmas yang berkelanjutan. Ia menyebut pendekatan proaktif dan preventif menjadi prioritas Polsek Pondok Gede dalam membangun keamanan berbasis partisipasi.
“Kami tak ingin hanya responsif saat masalah muncul. Pencegahan dan kehadiran langsung di lapangan justru lebih efektif dalam menciptakan rasa aman yang merata,” jelas Kompol Bambang. Ia juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan antara polisi dan masyarakat sebagai pondasi utama keamanan.
Dalam konteks perkotaan seperti Bekasi yang padat dan dinamis, pendekatan semacam ini sangat relevan. Ketimbang hanya mengandalkan patroli bermotor, kehadiran Bhabinkamtibmas yang membaur dengan warga memberi dampak sosial yang lebih kuat dan berjangka panjang.
Dengan langkah seperti ini, Polri tak hanya menunjukkan perannya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pembina sosial yang peka terhadap dinamika masyarakat. Sambang warga bisa jadi strategi kecil dengan hasil besar—asal dijalankan dengan konsistensi dan niat tulus untuk membina, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
Baca Juga
Komentar