Polda Metro Jaya Kerahkan 256 Personel, Patroli Skala Besar Sisir Titik Rawan Jakarta
Pena Insight
JAKARTA, 12 SEPTEMBER 2025 – Polda Metro Jaya kembali menggelar patroli skala besar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Ibu Kota. Patroli dilaksanakan pada Kamis (11/9/2025) sore dengan menerjunkan 256 personel gabungan dari berbagai satuan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kehadiran aparat di titik-titik rawan kriminalitas dan padat aktivitas. Patroli dilakukan secara serentak dan terbagi ke dalam dua kelompok besar dengan rute berbeda.
Kelompok pertama menyisir wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat. Rutenya dimulai dari Mako Polda Metro Jaya menuju Otista Raya (Kampung Melayu), Matraman, Pramuka, Pelabuhan, Gunung Sahari, Kramat Raya, kembali ke Matraman, lalu berlanjut ke Manggarai, Tebet, Pancoran, dan berakhir kembali di Mako Polda Metro Jaya.
Sementara kelompok kedua bergerak di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan. Mereka berangkat dari Mako Polda Metro Jaya menuju Fatmawati, Lebak Bulus, Pondok Indah, Arteri Permata Hijau, Tentara Pelajar, Palmerah, Tomang, Harmoni, Monas, dan kembali ke markas.

Patroli melibatkan personel gabungan dari Satbrimobda Polda Metro Jaya, Ditlantas, Ditsamapta, Ditintelkam, Ditreskrimum, Ditreskrimsus, Ditnarkoba, serta unsur masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan efek pencegahan yang lebih luas terhadap potensi gangguan kamtibmas.
Kasiaga 1 Biroops Polda Metro Jaya, AKBP Dimas Prasetyo, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah preventif yang terus dilakukan secara rutin. “Pasca peristiwa yang terjadi belakangan, masyarakat meminta agar frekuensi patroli ditingkatkan. Sampai hari ini patroli masih dilakukan secara intensif di titik-titik rawan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa evaluasi patroli dilakukan setiap hari baik di tingkat Polda maupun Mabes Polri. Hal ini dilakukan untuk menilai efektivitas kegiatan sekaligus menyesuaikan dengan dinamika situasi di lapangan.
Menurut Dimas, patroli akan terus digelar selama masyarakat masih membutuhkannya. “Bukan hanya Polda, tetapi Polres di jajaran wilayah hukum Polda Metro Jaya juga melaksanakan kegiatan serupa untuk memastikan situasi tetap terkendali,” kata Dimas.
Patroli berikutnya akan lebih difokuskan pada kawasan pemukiman padat, titik macet lalu lintas, serta lokasi yang dinilai rawan aksi kejahatan jalanan. Langkah ini bertujuan memberikan rasa aman dan mencegah potensi gangguan sebelum terjadi.
Selain pencegahan kejahatan, patroli ini juga menjadi sarana membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan menumbuhkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Program Jaga Jakarta+ yang dicanangkan Kapolda Metro Jaya menjadi landasan pelaksanaan patroli ini. Program tersebut menekankan langkah proaktif, peningkatan visibilitas polisi, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat.
“Melalui Jaga Jakarta+, kami ingin memastikan polisi hadir tidak hanya saat ada masalah, tetapi juga menjadi penjaga keamanan yang menghadirkan ketenangan bagi masyarakat,” ujar Dimas.
Polda Metro Jaya juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga keamanan dengan melaporkan segera jika ada aktivitas mencurigakan. Kolaborasi antara polisi dan warga diyakini menjadi kunci sukses dalam menciptakan Jakarta yang aman.
Patroli sore ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Situasi di seluruh rute yang dilalui tetap kondusif, dan masyarakat menyambut positif kehadiran aparat.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Polda Metro Jaya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan, serta memastikan stabilitas kamtibmas di seluruh wilayah hukum ibu kota.
Baca Juga
Komentar