Perkuat Modal Usaha, Bayan Resources (BYAN) Perpanjang Fasilitas Kredit dengan Bank Mandiri hingga 2028
JAKARTA – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kembali memperkuat struktur pendanaan perusahaan melalui langkah strategis dengan memperpanjang fasilitas kredit dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Penandatanganan amandemen perjanjian dilakukan pada 24 Oktober 2025 dan resmi diumumkan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perpanjangan tersebut mencakup perubahan jangka waktu fasilitas perbankan yang semula berakhir pada 24 Oktober 2025, kini diperpanjang hingga 24 Oktober 2028. Langkah ini menunjukkan komitmen BYAN dalam menjaga kestabilan arus kas dan memastikan ketersediaan likuiditas bagi operasional jangka menengah perusahaan.
Dalam keterangan resminya, manajemen Bayan Resources menyebutkan bahwa perpanjangan fasilitas ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat modal kerja serta mendukung ekspansi bisnis di sektor pertambangan batu bara.
“Penyesuaian jangka waktu fasilitas kredit ini merupakan hasil evaluasi bersama Bank Mandiri, dengan mempertimbangkan kebutuhan pendanaan operasional dan rencana bisnis kami ke depan,” demikian disampaikan perwakilan manajemen.
Sumber dari internal industri menilai bahwa langkah tersebut mencerminkan hubungan jangka panjang yang solid antara BYAN dan Bank Mandiri sebagai mitra strategis keuangan.
“Bayan dikenal sangat prudent dalam mengelola struktur keuangan. Perpanjangan ini menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi dari lembaga perbankan terhadap fundamental perusahaan,” ujar seorang analis pasar modal yang enggan disebutkan namanya.
Diketahui, fasilitas perbankan yang dimiliki BYAN dari Bank Mandiri digunakan untuk mendukung kegiatan operasional, pembelian alat berat, serta ekspansi kapasitas produksi di sejumlah wilayah tambang yang dikelola anak usahanya.
Perusahaan batu bara yang masuk dalam jajaran emiten dengan kapitalisasi pasar besar ini juga tengah memperkuat posisinya di pasar ekspor, terutama ke negara-negara Asia Timur dan India. Dengan adanya fasilitas kredit jangka panjang, BYAN diperkirakan memiliki ruang gerak yang lebih leluasa dalam menjaga ritme produksi dan pengiriman.
Selain memperpanjang fasilitas kredit, BYAN juga terus memantau dinamika harga batu bara dunia yang mulai menunjukkan tren stabil setelah fluktuasi sepanjang semester pertama 2025. Manajemen optimistis, permintaan energi fosil masih akan tetap tinggi dalam jangka menengah, seiring belum meratanya transisi energi global.
Pihak Bank Mandiri melalui siaran singkat menyatakan bahwa kerja sama dengan Bayan Resources merupakan bentuk dukungan bank terhadap sektor energi nasional.
“Kami berkomitmen mendukung perusahaan nasional yang berperan besar dalam ekspor dan penerimaan devisa negara,” ujar salah satu pejabat Bank Mandiri.
Langkah amandemen ini juga menjadi sinyal positif bagi investor yang selama ini menaruh perhatian pada kebijakan manajemen keuangan BYAN. Dalam perdagangan terakhir, saham BYAN tercatat bergerak stabil di tengah tekanan pasar yang cenderung volatil.
Sejumlah pengamat menilai bahwa struktur keuangan yang kuat dan dukungan lembaga keuangan besar seperti Bank Mandiri menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja keuangan BYAN tetap solid.
Sementara itu, BEI menyebutkan bahwa perusahaan yang secara rutin menyampaikan keterbukaan informasi seperti ini menunjukkan tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap prinsip good corporate governance (GCG).
Dengan perpanjangan tenor hingga tiga tahun ke depan, BYAN diprediksi akan mampu mempertahankan kapasitas produksi batu bara di level optimal dan tetap menjadi salah satu pemain kunci dalam industri pertambangan nasional.
Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Bayan Resources sebagai salah satu emiten batu bara dengan pengelolaan keuangan paling disiplin di antara perusahaan sejenis di Indonesia.
Baca Juga
Komentar