Pemkot Bekasi Siapkan Lahan 5 Hektar Dukung Program Nasional Pengolahan Sampah Jadi Energi
Bekasi — Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyatakan kesiapannya mendukung program strategis nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik yang digagas pemerintah pusat melalui pembangunan fasilitas pengolahan limbah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
Langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang menyoroti kondisi timbunan sampah di Bantar Gebang yang telah mencapai 55 juta ton. Presiden menilai persoalan tersebut sudah sangat mendesak dan memerlukan penanganan segera dengan teknologi modern berbasis energi.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan segera membangun 34 fasilitas pengolahan limbah di berbagai kota besar, termasuk DKI Jakarta dan Bekasi, sebagai upaya mengubah tumpukan sampah menjadi sumber energi baru.
“Sekarang kita akan segera mulai membangun 34 pembersihan limbah, sampah dari kota-kota besar. Pabriknya akan mengolah sampah menjadi energi, menjadi listrik,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangannya.
Ia juga memperingatkan risiko yang dapat timbul bila masalah sampah ini tidak segera ditangani. “Kalau terjadi hujan deras, dia bisa membahayakan banyak kampung di sekitar itu,” katanya menyoroti kondisi Bantar Gebang.
Presiden menargetkan proyek tersebut bisa diselesaikan dalam dua tahun dan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk menjaga kebersihan, kesehatan, serta ketahanan energi nasional.
“Insya Allah, dalam dua tahun kita selesaikan 34 kota. Ini sangat strategis karena menyangkut kebersihan, kesehatan, dan masa depan energi kita,” tutur Presiden.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bekasi sudah menyiapkan dukungan penuh bagi pelaksanaan proyek tersebut, termasuk penyediaan lahan yang dibutuhkan.
“Pemkot Bekasi sudah menyediakan lahan seluas 5 hektar. Saya kira semua kita sudah siap,” ujar Tri Adhianto saat ditemui usai kegiatan di lingkungan Pemkot Bekasi, Senin (27/10/2025) pagi.
Menurutnya, saat ini pihaknya tinggal menunggu proses lanjutan dari pihak pelaksana proyek. “Kita tinggal menunggu proses lelang yang akan dilaksanakan oleh Danantara,” jelasnya.
“Program awalnya dikerjakan selama dua tahun. Untuk dimulainya, kita belum tahu kapan waktunya. Nanti menunggu dari Danantara,” terang Tri.
Ia menegaskan, Pemkot Bekasi akan berkoordinasi secara aktif dengan pemerintah pusat dan pihak pelaksana proyek untuk memastikan kesiapan lahan dan infrastruktur pendukung di wilayahnya.
Sesuai arahan pemerintah pusat. Namun, waktu pasti pelaksanaan pengerjaan masih menunggu keputusan dari pihak pengembang.
“Dari Bekasi, kami sudah siap menyiapkan lahan dan memastikan proses pengangkutan serta penanganan sampah berjalan baik,” kata Tri.
Selain kesiapan teknis, Tri Adhianto juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha agar proyek nasional ini bisa berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan serta kesejahteraan warga.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah di Bantar Gebang bukan hanya menjadi tanggung jawab Bekasi, tetapi juga kerja sama lintas daerah dan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Ini bukan sekadar proyek, tetapi investasi masa depan untuk lingkungan yang bersih dan energi yang berkelanjutan,” ujarnya menutup keterangan.
Program pengolahan sampah menjadi energi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengelolaan limbah perkotaan di Indonesia, sekaligus mengubah Bantar Gebang dari simbol permasalahan menjadi pusat solusi energi bersih nasional.
Baca Juga
Komentar