Pasca Hujan Deras, Polisi Pantau Kali Pete di Bantargebang! Debit Air Dicek Langsung, Warga PTI II Diminta Tetap Siaga
KOTA BEKASI — Hujan deras yang mengguyur Kota Bekasi dalam beberapa hari terakhir membuat aparat dan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir. Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Polsek Bantargebang bergerak cepat melakukan pemantauan pasca hujan di wilayah rawan genangan. Pada Senin siang (12/01/2026), personel Bhabinkamtibmas diterjunkan langsung ke kawasan Perumahan Pondok Timur Indah (PTI) II untuk memantau debit air Kali Pete dan memastikan situasi lingkungan tetap aman.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan dampak bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di musim penghujan. Kelurahan Mustikasari, khususnya kawasan PTI II, menjadi salah satu wilayah prioritas pemantauan karena posisinya yang berdekatan dengan aliran Kali Pete, yang berpotensi meluap saat curah hujan tinggi.
Kegiatan monitoring dimulai sejak pukul 11.30 WIB. Bhabinkamtibmas Kelurahan Mustikasari, Aiptu Sarjono, S.H., turun langsung ke lapangan menyusuri lingkungan RT 011/007. Ia memeriksa kondisi pemukiman warga, akses jalan, hingga melakukan pengecekan fisik terhadap aliran Kali Pete guna memastikan debit air masih berada pada batas normal.
Hasil pantauan lapangan menunjukkan kondisi wilayah pemukiman terpantau nihil genangan. Jalan lingkungan dapat dilalui dengan normal, dan tidak ditemukan hambatan aktivitas warga akibat dampak hujan deras sebelumnya.
“Kami fokus melakukan pengecekan pada debit air Kali Pete. Hingga siang ini, aliran sungai masih terpantau dalam batas aman dan belum menunjukkan tanda-tanda luapan,” ujar Aiptu Sarjono usai kegiatan pemantauan.
Pengecekan debit air ini dinilai penting sebagai langkah antisipasi banjir kiriman. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa peningkatan debit sungai di wilayah hulu dapat berdampak langsung ke kawasan permukiman yang berada di bantaran sungai. Karena itu, kehadiran aparat di lapangan menjadi bentuk kesiapsiagaan untuk merespons cepat apabila situasi berubah.
Selain memantau kondisi fisik lingkungan, Bhabinkamtibmas juga menyempatkan diri berinteraksi dengan warga sekitar. Ia menyampaikan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang sulit diprediksi serta segera melapor jika melihat kenaikan debit air secara tiba-tiba.
Kapolsek Bantargebang, Kompol Sukadi, S.H., M.M., menegaskan bahwa patroli dan monitoring pasca hujan merupakan bagian dari pelayanan prima kepolisian kepada masyarakat. Menurutnya, tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan dari gangguan kamtibmas, tetapi juga memastikan keselamatan warga dari potensi bencana lingkungan.
“Patroli pasca hujan ini kami lakukan untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman dan memberikan ketenangan bagi warga. Kami juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai agar tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi kenaikan debit air yang signifikan,” tegas Kompol Sukadi.
Ia menambahkan bahwa Polsek Bantargebang terus berkoordinasi dengan perangkat kelurahan, pengurus RT/RW, serta unsur pengamanan lingkungan guna memperkuat sistem deteksi dini. Sinergi ini dinilai penting agar setiap potensi risiko dapat segera diantisipasi sebelum berdampak lebih luas.
Situasi di Perumahan PTI II hingga laporan ini disusun terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada laporan kerusakan fasilitas umum, genangan air, maupun gangguan aktivitas warga akibat luapan sungai. Warga tetap menjalankan aktivitas harian dengan normal, meskipun kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem terus dijaga.
Langkah cepat jajaran Polsek Bantargebang ini sekaligus menunjukkan komitmen kepolisian dalam menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat, terutama saat kondisi alam berpotensi menimbulkan bencana. Kehadiran Bhabinkamtibmas di lapangan menjadi bukti bahwa aparat tidak hanya bertindak saat bencana terjadi, tetapi juga aktif melakukan pencegahan.
Di sisi lain, kepolisian juga mengingatkan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam menjaga lingkungan. Saluran air yang tersumbat sampah dan drainase yang tidak terawat sering menjadi faktor utama terjadinya genangan. Karena itu, kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya pencegahan banjir.
Ke depan, pemantauan debit air Kali Pete dan titik rawan lainnya akan terus dilakukan secara berkala, khususnya selama musim hujan berlangsung. Setiap perubahan kondisi akan dilaporkan secara cepat kepada pimpinan dan instansi terkait agar langkah penanganan dapat segera dilakukan.
Dengan kesiapsiagaan aparat, dukungan masyarakat, dan koordinasi lintas pihak, potensi dampak bencana dapat ditekan semaksimal mungkin. Polsek Bantargebang memastikan akan terus hadir di tengah warga, memberikan perlindungan, ketenangan, serta memastikan lingkungan tetap aman dari ancaman banjir pasca hujan deras.
Baca Juga
Komentar