Paris Fashion Week Tampilkan Perpaduan Tradisi dan Dunia Digital
PARIS, 6 Oktober 2025 — Dunia mode kembali berpusat di Paris. Sejumlah rumah mode ternama seperti Chanel, Miu Miu, Shiatzy Chen, Thom Browne, hingga Sacai memperkenalkan koleksi Musim Semi–Musim Panas 2026 dalam ajang Paris Fashion Week 2025. Acara hari ini menunjukkan bagaimana dunia fesyen kini menggabungkan kerajinan tradisional dengan teknologi digital modern.
Pagi hari dibuka oleh Sacai pada pukul 09.30. Brand asal Jepang ini menghadirkan gaya yang unik, memadukan potongan tegas dengan kain yang lembut, menggambarkan keseimbangan antara struktur dan kebebasan.
Pukul 11.00, giliran Shiatzy Chen tampil dengan koleksi berjudul “Far and Near”. Desainnya memadukan sulaman tradisional Miao dari Asia dengan gaya modern khas Paris, menciptakan kesan elegan dan berbudaya tinggi.
Siang harinya, Miu Miu tampil pukul 14.00 dengan gaya muda dan energik, sementara Zimmermann pukul 15.30 menampilkan gaun feminin dengan detail lembut. Kedua brand ini memperlihatkan bahwa mode bisa tampil cerah dan menyenangkan tanpa kehilangan nilai artistiknya.
Sore hari, Thom Browne tampil pukul 17.00 dengan koleksi berstruktur khasnya, menonjolkan detail tajam dan konsep teatrikal. Malamnya, Chanel menutup acara pukul 20.00 dengan pertunjukan megah yang memadukan warisan klasik dengan teknologi panggung modern.
Menurut data resmi Fédération de la Haute Couture et de la Mode (FHCM), ada lebih dari enam peragaan yang disiarkan langsung secara bersamaan hari itu — jumlah tertinggi musim ini. Siaran langsung ini membuat Fashion Week bisa diakses secara global, tanpa menghilangkan kesan eksklusif dari undangan langsung.
Salah satu penampilan paling berkesan datang dari Shiatzy Chen. Koleksi “Far and Near” menampilkan cerita perjalanan budaya dan migrasi, dengan warna hitam, hijau seladon, dan khaki yang tenang. Koleksi ini menunjukkan bagaimana Paris menjadi tempat pertemuan antara masa lalu dan masa depan mode dunia.
Sementara itu, Boyarovskaya memilih cara berbeda dengan membuat showroom digital interaktif, memungkinkan penonton merasakan pengalaman imersif dari layar. Langkah ini membantu desainer muda menjangkau pasar internasional tanpa batas.
Pada malam hari, Chanel kembali mencuri perhatian dunia. Dengan kemewahan khasnya, rumah mode ini menunjukkan bahwa warisan bisa tetap hidup berdampingan dengan inovasi. Stabilitas dan konsistensi menjadi ciri khas peragaan hari itu.
Desainer Agnès b. tampil dengan konsep minimalis dan berkelanjutan, menonjolkan kesederhanaan sebagai bentuk keindahan. Hal ini menunjukkan bahwa tren mode kini tidak hanya soal tampilan mewah, tetapi juga soal kesadaran lingkungan dan tanggung jawab sosial.
Paula Canovas Del Vas juga mendapat pujian berkat presentasi digital yang berani dan kreatif, menampilkan visual menakjubkan yang menggabungkan seni dan teknologi. Mode kini tidak hanya tampil di panggung, tetapi juga di dunia maya.
Sepanjang hari, tema sustainability atau keberlanjutan terus hadir. Banyak desainer yang mulai menggunakan bahan ramah lingkungan dan mengurangi perjalanan untuk produksi, menandakan arah baru industri mode yang lebih hijau dan sadar lingkungan.
“Paris tetap menjadi ibu kota mode yang menyatukan tradisi dan inovasi masa depan,” kata pernyataan resmi FHCM, 1 Oktober 2025.
Kombinasi antara pertunjukan langsung dan siaran digital membuat Paris unggul dibanding Milan dan London, yang masih mencari formula serupa. Paris kini dianggap paling sukses memadukan pengalaman eksklusif dan akses global dalam satu ajang.
Selain itu, kolaborasi baru seperti penggabungan RH Paris di Champs-Élysées — yang dikenal sebagai Temple of Luxury — memperkuat posisi Paris sebagai pusat kemewahan dan berita mode dunia.
Berdasarkan catatan FHCM, sembilan brand besar tampil pada 6 Oktober 2025. Jumlahnya memang tidak banyak, tetapi masing-masing memiliki dampak besar secara internasional. Momentum ini membuktikan bahwa Paris Fashion Week tetap menjadi simbol kreativitas, inovasi, dan keberlanjutan dunia mode.
Baca Juga
Komentar