Lo Kheng Hong Borong Saham GJTL: Ekspansi Gajah Tunggal Jadi Pangkal Kesuksesan Investor
Pena Insight
Jakarta, 29 Juli 2025 — Saham PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) kembali mencuri perhatian pasar setelah investor kawakan Lo Kheng Hong agresif menambah kepemilikan, menjadikan saham ini sebagai incaran utama saat kondisi industri ban sedang lesu. Sekuritas dari beberapa lembaga mengangkat GJTL sebagai rekomendasi buy, seiring strategi ekspansi yang tengah dijalankan perusahaan.
Dalam paparan publik pertengahan Juni 2025, manajemen Gajah Tunggal mengungkap deretan strategi mencakup penetrasi pasar ban China di Indonesia, serta peningkatan kapasitas produksi ban TBR hingga 5.000 unit per hari. Upaya ini didukung kredit sindikasi Rp 4,4 triliun untuk memperkuat struktur modal dan ekspansi kapasitas produksi.
Aksi akumulasi oleh Lo Kheng Hong bukan tanpa alasan. Selama tahun 2025 saja, ia tercatat membeli lebih dari 600 ribu saham pada Februari dan menambah lebih dari 2,5 juta saham di bulan Juni—meskipun harga pasar saham sempat melemah.
Data dari KSEI menunjukkan bahwa pada akhir Juni 2025, Lo menguasai 191,48 juta lembar GJTL atau setara 5,39% dari total saham beredar. Aksinya ini menjadi sinyal kuat pasar bahwa investor nilai telah mulai bergerak.
Menurut analisis Panin Sekuritas dan KISI, valuasi saham Gajah Tunggal masih tergolong rendah: PER sekitar 3,1× dan PBV di bawah 0,5×, menjadikannya saham undervalued dengan prospek jangka panjang yang menjanjikan.
Fasilitas kredit Rp 4,4 triliun digunakan untuk membiayai ekspansi produksi dan restrukturisasi utang lama—memberi dukungan finansial terhadap strategi jangka panjang perusahaan.
Secara fundamental, GJTL mencatatkan laba bersih hampir Rp1 triliun per kuartal III/2024, naik lebih dari 40% YoY, menjadi bukti ketahanan industri di tengah tekanan permintaan sektor otomotif nasional.
Akan tetapi, sektor ban tetap menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga bahan baku karet dan perlambatan penjualan mobil nasional. Analis menyarankan investor tetap waspada terhadap risiko ini.
Prospek dividen juga menjadi daya tarik. Dengan kepemilikan saham besar, Lo Kheng Hong mendapat dividen sekitar Rp 9,57 miliar tahun ini—menambah daya tarik investor ritel terhadap saham ini.
Kombinasi antara valuasi murah, strategi ekspansi, dukungan modal kuat, dan aksi beli investor legendaris menjadikan saham GJTL lebih dari sekadar pilihan—melainkan cerminan keyakinan terhadap kekuatan fundamental yang sedang dihidupkan kembali.
Baca Juga
Komentar