Kolaborasi Polres, TNI, dan Pemkot Bekasi Bangun Budaya Bersih di Danau Duta Harapan
KOTA BEKASI — Upaya membangun kesadaran kolektif terhadap kebersihan lingkungan terus diperkuat melalui kegiatan korve bersama yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Bekasi. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Danau Duta Harapan, Bekasi, dan menjadi simbol sinergi lintas institusi dalam menjawab persoalan sampah perkotaan pada (8/2/2026.)
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, yang hadir langsung di lokasi, menegaskan bahwa persoalan kebersihan tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari aparat hingga masyarakat, agar upaya menjaga lingkungan dapat berjalan berkelanjutan.
“Ini kan dari TNI, dari Polri, kemudian dari pemerintah kota, kita bersama-sama untuk membersihkan sampah yang ada di sekitar kita, terutama danau duta harapan sendiri." ujar Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro saat diwawancarai di sela kegiatan.
Menurutnya, kegiatan korve tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil fisik berupa lingkungan yang bersih, tetapi juga memiliki tujuan edukatif. Aparatur negara diharapkan menjadi pelopor sekaligus contoh nyata bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Dengan kegiatan ini harapannya tentu seluruh masyarakat bisa melihat, dan kami juga ingin menjadi pelopor untuk kebersihan,” ujarnya
Kapolres menekankan, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah. Aksi gotong royong yang dilakukan TNI, Polri, dan Pemkot Bekasi diharapkan mampu memantik kesadaran warga untuk turut berperan aktif.
“Artinya nanti biar semua masyarakat juga ikut untuk sama-sama bisa menjaga kebersihan yang ada di lingkungan-lingkungan kita,” ujarnya.
Ia menilai, wilayah perkotaan seperti Bekasi menghadapi tantangan serius terkait pengelolaan sampah. Pertumbuhan penduduk yang cepat, tingginya aktivitas ekonomi, serta pola konsumsi masyarakat berdampak langsung pada peningkatan volume sampah harian.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, produksi sampah harian di Kota Bekasi mencapai ribuan ton per hari. Sampah rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar, diikuti sampah pasar dan kawasan komersial. Kondisi ini menuntut pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, aparat, dan masyarakat.
Dalam wawancara tersebut, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro juga mengungkapkan bahwa budaya bersih harus dimulai dari internal institusi. Di lingkungan Polri, kebiasaan menjaga kebersihan telah menjadi rutinitas harian.
“Jadi kegiatan ini bukan hanya di sini saja. Kami sendiri secara pribadi di tingkat kepolisian juga setiap hari sebelum bekerja, untuk kegiatan rutin kami luangkan waktu sekitar 10 menit untuk pembersihan di seputaran lingkungan kantor, ruangan-ruangan kita,” jelasnya.
Kebiasaan tersebut, menurut Kapolres, menjadi bagian dari pembentukan disiplin personel. Lingkungan kerja yang bersih diyakini berpengaruh terhadap kinerja, kenyamanan, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Danau Duta Harapan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki fungsi strategis sebagai ruang terbuka publik sekaligus daerah resapan air. Kebersihan kawasan danau menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan mencegah terjadinya pencemaran serta banjir.
keterlibatan lintas institusi dalam kegiatan ini menjadi pesan kuat bahwa ruang publik harus dijaga bersama. Selain berfungsi ekologis, danau juga menjadi tempat interaksi sosial dan rekreasi warga.
Namun demikian, Kapolres menekankan pentingnya konsistensi dan keberlanjutan. Kegiatan korve perlu dibarengi dengan edukasi pengelolaan sampah, seperti pemilahan dari sumber, pengurangan plastik sekali pakai, serta penguatan bank sampah.
Kapolres Metro Bekasi Kota mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan pemerintah atau aparat, tetapi turut menjadi bagian dari solusi. Menjaga kebersihan lingkungan, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama yang berdampak langsung pada kualitas hidup.
“Kalau lingkungan bersih, kesehatan terjaga, aktivitas masyarakat juga lebih nyaman. Ini untuk kepentingan kita semua,” ujarnya.
Ia berharap, semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam kegiatan korve bersama ini dapat menular dan menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Mulai dari membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah rumah tangga, hingga aktif dalam kerja bakti lingkungan.
Kegiatan korve bersama TNI, Polri, dan Pemkot Bekasi di Danau Duta Harapan menegaskan bahwa menjaga kebersihan adalah proses jangka panjang. Konsistensi, kolaborasi, dan keteladanan menjadi kunci agar gerakan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial.
Dengan menjadikan aparatur negara sebagai pelopor, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama. Jika setiap individu berkontribusi dari lingkungan terdekat, Kota Bekasi diyakini mampu mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Baca Juga
Komentar