Kemenkes RI Buka Lowongan Kerja S1 dan S2 Dukung Proyek Penguatan Sistem Kesehatan Nasional
JAKARTA -- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) kembali membuka kesempatan bagi para profesional muda yang ingin berkontribusi dalam pembangunan sektor kesehatan nasional. Lowongan kerja ini dibuka dalam rangka mendukung proyek penguatan sistem kesehatan Indonesia melalui program Indonesia Health Systems Strengthening (IHSS).
Rekrutmen ini dilaksanakan dengan dukungan dari lembaga internasional seperti World Bank (WB), Asian Development Bank (ADB), dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Kolaborasi tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan publik yang berkelanjutan.
Menurut informasi dari akun resmi Instagram @kemenkes_ri pada Senin (27/10/2025), lowongan ini mencakup dua proyek besar yakni Strengthening of Primary Health Care in Indonesia (SOPHI) dan Indonesia Public Laboratory System Strengthening (InPULS).
Kedua proyek tersebut menjadi bagian penting dalam transformasi kesehatan yang tengah digalakkan pemerintah, khususnya dalam memperbaiki kualitas pelayanan dasar dan sistem laboratorium kesehatan masyarakat.
Proyek SOPHI berfokus pada peningkatan mutu serta efisiensi layanan kesehatan primer melalui pengelolaan perencanaan, penganggaran, dan tata kelola di tingkat nasional hingga daerah. Tujuannya agar masyarakat dapat menikmati pelayanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.
Sementara itu, proyek InPULS diarahkan untuk memperkuat sistem laboratorium publik di Indonesia. Melalui proyek ini, Kemenkes berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur, kapasitas sumber daya manusia, serta efisiensi operasional laboratorium di berbagai wilayah.
Kedua proyek strategis tersebut juga menjadi langkah penting dalam mendukung pengawasan penyakit menular dan kesiapsiagaan terhadap ancaman kesehatan di masa depan.
Dalam rekrutmen kali ini, Kemenkes membuka empat posisi utama yang akan mendukung keberhasilan dua proyek tersebut. Posisi yang tersedia antara lain Finance Coordinator – SOPHI, Planning Coordinator – SOPHI, Planning Coordinator – InPULS, dan Procurement Assistant – InPULS.
Untuk posisi Finance Coordinator – SOPHI, pelamar diwajibkan memiliki gelar Magister (S2) di bidang ekonomi, akuntansi, atau manajemen, serta pengalaman minimal tiga tahun di bidang keuangan. Kandidat yang memiliki pengalaman dalam proyek internasional di sektor kesehatan akan diutamakan.
Sementara itu, Planning Coordinator – SOPHI diperuntukkan bagi lulusan Magister di bidang kesehatan, biologi, atau bioteknologi. Pengalaman dalam pengelolaan hibah atau proyek internasional menjadi nilai tambah bagi kandidat.
Kemudian, posisi Planning Coordinator – InPULS dibuka bagi profesional dengan latar belakang Magister di bidang kesehatan masyarakat atau medis. Pengalaman dalam manajemen perencanaan dan kerja sama dengan lembaga internasional juga sangat diutamakan.
Sedangkan posisi Procurement Assistant – InPULS terbuka untuk lulusan Sarjana (S1) dari semua jurusan, dengan prioritas bagi mereka yang berlatar belakang hukum. Pengalaman minimal satu tahun di bidang pengadaan diperlukan untuk posisi ini.
Kemenkes juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi dalam bahasa Indonesia dan Inggris bagi seluruh kandidat, baik lisan maupun tulisan, mengingat kerja sama yang dilakukan melibatkan lembaga internasional.
Selain itu, pelamar diharapkan memiliki kemampuan menggunakan aplikasi perkantoran seperti Microsoft Office, serta memahami prinsip tata kelola keuangan yang baik.
Rekrutmen ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan tenaga profesional yang mampu mendorong sistem kesehatan nasional menuju arah yang lebih kuat, adil, dan berkelanjutan.
Masyarakat yang berminat dapat mendaftar melalui laman resmi Kemenkes di tautan s.kemkes.go.id/RecruitmentPMUSOPHI-InPULS. Pendaftaran dibuka hingga 31 Oktober 2025 pukul 11.59 WIB.
Melalui langkah ini, Kementerian Kesehatan berharap dapat menjaring sumber daya manusia unggul yang siap berperan dalam memperkuat pondasi kesehatan masyarakat di Indonesia.
Baca Juga
Komentar