Kapolri Resmikan Lapangan Tembak Presisi dan Buka Kapolri Cup 2025, Wujud Sinergi dan Regenerasi Atlet Nasional
Pena Insight
Jakarta, 18 Juli 2025 — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. meresmikan Lapangan Tembak Presisi Imam Hoegeng Santoso yang telah rampung direnovasi. Kegiatan ini sekaligus menjadi pembuka ajang Kapolri Cup 2025, turnamen menembak berskala nasional yang mempertemukan ribuan peserta lintas instansi dan masyarakat umum.
Lapangan tembak yang sebelumnya digunakan untuk latihan dan kejuaraan internal kini telah ditingkatkan kapasitas dan kualitasnya untuk memenuhi standar nasional dan internasional. Renovasi ini menjadi langkah strategis dalam penyediaan infrastruktur olahraga yang kompetitif dan profesional, sekaligus mendukung prestasi atlet nasional.

Dalam momen yang sama, Kapolri membuka Kapolri Cup 2025, yang akan digelar selama empat hari ke depan. Turnamen ini diikuti oleh 1.033 peserta, terdiri dari personel TNI, Polri, kementerian/lembaga, aparat penegak hukum, hingga masyarakat umum. Pertandingan eksibisi pun turut digelar sebagai ajang sinergi antar stakeholder.
Kapolri menekankan pentingnya ajang ini sebagai media untuk meningkatkan soliditas dan kekompakan antar instansi. Di tengah tantangan nasional, pendekatan melalui kegiatan olahraga seperti ini diharapkan dapat mempererat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan soliditas dan sinergi antar kementerian serta menambah kekompakan dalam melaksanakan kerja sama," ungkap Kapolri.
Turnamen ini terbuka bagi masyarakat umum, dengan harapan menjaring bakat-bakat baru dari berbagai lapisan. Kapolri berharap melalui kompetisi seperti Kapolri Cup, regenerasi atlet menembak dapat dimulai dari level akar rumput secara sistematis.
Ajang ini juga menjadi platform pembinaan atlet nasional yang telah berpengalaman, sekaligus mengasah kemampuan bagi mereka yang masih dalam tahap awal. Dukungan Polri terhadap olahraga menembak diposisikan sebagai bagian dari pembangunan ekosistem olahraga nasional berbasis prestasi.
Rangkaian acara ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-78, yang tahun ini mengusung semangat kolaboratif dan partisipatif. Dengan merangkul masyarakat umum dalam kegiatan resmi Polri, organisasi kepolisian menunjukkan keterbukaan terhadap publik.
Kapolri Cup juga diposisikan sebagai salah satu bentuk diplomasi sosial antarinstansi, di mana olahraga menjadi alat pemersatu dalam suasana yang sportif dan inklusif. Momentum ini menegaskan bahwa kekompakan dan prestasi dapat dibangun melalui ruang-ruang non-formal yang positif.
Melalui agenda-agenda seperti ini, Polri ingin hadir sebagai institusi yang berkontribusi aktif tidak hanya dalam keamanan, tetapi juga dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui olahraga. Sinergi lintas sektor akan terus dikembangkan demi masa depan olahraga nasional yang lebih solid dan prestasi yang lebih tinggi.

Dengan berdirinya kembali Lapangan Tembak Presisi sebagai fasilitas bertaraf internasional, Polri menunjukkan upaya transformasi kelembagaan yang lebih terbuka, profesional, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. Ini menjadi simbol dari perubahan budaya kerja dan pendekatan Polri dalam menjalin relasi antarlembaga serta masyarakat sipil.
Baca Juga
Komentar