Kapolri Hadiri Bakti Kesehatan dan Donor Darah KSPSI di Banten, Komitmen Polri Lindungi Buruh
Pena Insight
Banten, 2 Juli 2025 – Aksi Nyata Polri Bersama Buruh dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-79
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan bakti kesehatan dan donor darah yang diselenggarakan bersama Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Tangerang, Banten, Rabu (2/7/2025). Acara ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang melibatkan langsung komunitas buruh.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 1.500 buruh dari berbagai wilayah, dengan layanan kesehatan gratis dan donor darah sebagai bentuk nyata pelayanan Polri kepada masyarakat pekerja. Selain itu, sebanyak 79 anak yatim dari keluarga buruh juga menerima santunan langsung dari Kapolri

Dalam sambutannya, Jenderal Sigit menyampaikan bahwa perlindungan hak-hak buruh merupakan salah satu komitmen Polri yang harus diwujudkan tidak hanya melalui pengamanan aksi buruh, tapi juga melalui pendekatan kemanusiaan dan penyelesaian konflik ketenagakerjaan.
Kapolri juga menjelaskan langkah konkret Polri melalui pembentukan Desk Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Desk ini berfungsi sebagai pusat aduan dan penyelesaian permasalahan hubungan industrial yang kerap terjadi antara buruh dan pemberi kerja.
Sebagai bentuk keseriusan dalam isu perburuhan, Polri telah melatih 2.671 penyidik agar memahami peraturan ketenagakerjaan. Langkah ini bertujuan agar proses hukum dalam konflik buruh-pengusaha lebih adil, akurat, dan tidak memihak kepentingan sepihak.
Salah satu capaian yang disoroti adalah keberhasilan Polri bersama mitra kerja dalam menyalurkan kembali 700 buruh yang sebelumnya terdampak PHK ke tempat kerja baru di Cirebon dan Brebes. Penyaluran ini dianggap sebagai model penanganan sosial yang kolaboratif antara pemerintah, pengusaha, dan buruh.
Kapolri menyebut bahwa peluang kerja tidak berhenti sampai di situ. Dua perusahaan yang bermitra dengan KSPSI dan Polri berpotensi menyerap hingga 35.000 tenaga kerja baru. Ini menjadi harapan besar di tengah ancaman efisiensi dan pengurangan tenaga kerja akibat otomasi dan tekanan ekonomi global.
Kapolri menegaskan bahwa buruh bukan hanya objek pengamanan saat demo, tetapi mitra strategis dalam menciptakan ketenangan sosial dan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Polri akan terus menjalin dialog terbuka dan aktif dengan serikat pekerja untuk memastikan hak-hak buruh terlindungi secara adil.
Kegiatan di Banten ini menjadi salah satu wajah dari transformasi Polri yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti buruh dan anak-anak pekerja. Momentum ini menunjukkan arah baru kepolisian dalam membangun kepercayaan dan keberpihakan sosial.
Baca Juga
Komentar