Kapolres Metro Bekasi Kota Membagikan 500 Paket Sembako di Teluk Pucung
Kota Bekasi — Respons cepat ditunjukkan jajaran Polres Metro Bekasi Kota dalam menangani dampak banjir yang melanda wilayah Bekasi Utara. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro bersama Wakapolres Kombes Pol Bayu Pratama Gubunagi meninjau langsung lokasi pengungsian warga terdampak banjir di RW 02 Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jumat (30/1/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan menyusul meluapnya Kali Bekasi akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Luapan air menyebabkan sejumlah permukiman warga terendam, memaksa sebagian warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Kehadiran pimpinan kepolisian di lapangan menjadi bentuk respons cepat sekaligus memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan warga.
Kapolres menjelaskan, kehadiran aparat kepolisian bersama unsur TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait merupakan wujud nyata tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya saat terjadi bencana. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan situasi darurat.

“Ketika terjadi bencana, negara harus hadir. Kami memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan, mulai dari kebutuhan pokok hingga layanan kesehatan. Keselamatan warga adalah yang utama,” ujar Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro di sela-sela peninjauan.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh perwakilan BPBD Kota Bekasi, Lurah Teluk Pucung, serta Ketua RW 02 setempat. Rombongan menyusuri sejumlah titik terdampak banjir dengan fokus utama di RT 06 dan RT 07, yang dilaporkan sebagai wilayah dengan genangan air paling parah. Debit air di kawasan tersebut masih relatif tinggi, sementara sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian.
Selain melakukan pemantauan kondisi lapangan, Kapolres juga berdialog langsung dengan warga pengungsi. Ia mendengarkan keluhan dan kebutuhan masyarakat, mulai dari ketersediaan logistik, kondisi kesehatan, hingga harapan agar banjir segera surut. Dialog ini menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

Sebagai bentuk kepedulian dan upaya meringankan beban warga, Polres Metro Bekasi Kota bersama TNI dan Pemerintah Daerah menyalurkan sebanyak 500 paket sembako. Bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok sehari-hari yang diharapkan dapat membantu warga selama berada di pengungsian.
Tak hanya itu, bantuan makanan siap saji juga disalurkan melalui SPPG Polri untuk memenuhi kebutuhan makan siang dan sore para pengungsi. Distribusi dilakukan secara terkoordinasi agar seluruh warga terdampak dapat menerima bantuan secara merata.
Di bidang kesehatan, Polres Metro Bekasi Kota turut menggelar layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga pengungsi. Tim kesehatan memeriksa kondisi warga, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan tekanan darah, kondisi umum, serta keluhan kesehatan akibat banjir, seperti gatal-gatal, flu, dan gangguan pencernaan.
Bagi warga yang membutuhkan penanganan awal, petugas kesehatan memberikan obat-obatan sesuai keluhan yang dialami. Langkah ini dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit pascabanjir yang kerap terjadi akibat lingkungan yang kurang higienis dan kondisi cuaca yang lembap.
“Pemeriksaan kesehatan ini penting, karena pascabanjir biasanya banyak warga yang mulai mengeluhkan gangguan kesehatan. Kami ingin memastikan kondisi mereka tetap terpantau dan tertangani sejak dini,” kata salah satu petugas kesehatan di lokasi.
Kapolres menegaskan, penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi seluruh komponen, mulai dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat, agar dampak bencana dapat diminimalkan. Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi darurat seperti banjir.
“Kalau terjadi bencana, semua harus bergerak bersama. Tujuannya untuk meminimalkan dampak sedini mungkin, terutama mencegah adanya korban jiwa. Keselamatan warga adalah yang paling utama,” tegasnya.
Hingga saat ini, personel kepolisian masih disiagakan di lokasi pengungsian dan titik-titik rawan banjir. Mereka bertugas memantau perkembangan debit air Kali Bekasi, membantu proses evakuasi jika diperlukan, serta memastikan keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi terdampak.
Selain itu, koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait terus dilakukan untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan pascabanjir. Pemerintah daerah juga terus memantau prakiraan cuaca dan potensi hujan susulan yang dapat mempengaruhi kondisi wilayah Bekasi Utara.
Warga pengungsi berharap banjir segera surut agar mereka dapat kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas seperti biasa. Meski demikian, sebagian warga mengaku terbantu dengan kehadiran aparat dan bantuan yang diberikan, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar selama berada di pengungsian.
Dengan langkah cepat dan kolaboratif yang dilakukan, diharapkan penanganan banjir di Teluk Pucung dapat berjalan optimal, serta kondisi warga terdampak tetap aman dan terkendali hingga situasi benar-benar pulih.
Baca Juga
Komentar