Kapolda Metro & Pangdam Jaya Turun Langsung ke Pengungsian Banjir! 643 Warga Semper Barat Terlayani, Bantuan Disalurkan Malam Hari
Jakarta — Di tengah malam yang masih diselimuti suasana darurat pascabanjir, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi turun langsung meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Rusun Embrio RW 04, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026) malam. Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata sinergi TNI–Polri dalam memastikan warga terdampak banjir mendapatkan pelayanan maksimal di tengah situasi sulit.
Kedatangan dua pimpinan institusi keamanan negara itu disambut jajaran Muspiko Jakarta Utara, aparat kewilayahan, serta pengurus lingkungan setempat. Suasana pengungsian yang sejak siang dipenuhi aktivitas distribusi logistik mendadak menjadi lebih hangat saat Kapolda dan Pangdam menyapa langsung para pengungsi yang sementara menempati rusun sebagai tempat perlindungan.
Kunjungan ini bukan sekadar simbolis. Kapolda dan Pangdam berkeliling mengecek kondisi ruang pengungsian, fasilitas sanitasi, dapur umum, hingga pos kesehatan. Mereka memastikan seluruh kebutuhan dasar warga mulai dari makanan, air bersih, selimut, hingga layanan kesehatan benar-benar tersedia dan berjalan optimal.

“Polri bersama TNI hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak banjir terlayani dengan baik. Mulai dari kebutuhan logistik, keamanan, hingga kondisi kesehatan para pengungsi menjadi perhatian utama kami,” ujar Irjen Pol Asep Edi Suheri di sela peninjauan.
Data sementara mencatat sebanyak 643 warga terpaksa mengungsi di Rusun Embrio akibat banjir yang merendam permukiman di wilayah Semper Barat. Luapan air yang terjadi setelah hujan deras berkepanjangan membuat ratusan rumah warga tergenang, memaksa mereka meninggalkan tempat tinggal demi keselamatan.
Di tengah kondisi darurat tersebut, distribusi bantuan logistik menjadi prioritas utama. Dalam kunjungan ini, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya turut menyerahkan 250 paket sembako untuk meringankan beban para pengungsi. Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, mi instan, kopi, roti, dan teh celup.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung kepada perwakilan warga dan pengelola posko pengungsian. Aparat gabungan memastikan bantuan tercatat dan didistribusikan secara merata agar tidak ada pengungsi yang terlewat dari perhatian.
Tak hanya menyalurkan logistik, momen paling mengharukan terlihat ketika Kapolda dan Pangdam menyapa anak-anak yang berada di lokasi pengungsian. Mereka membagikan cokelat dan camilan kecil, mencoba menghadirkan senyum di wajah anak-anak yang harus menginap di tempat pengungsian akibat bencana.
Langkah kecil tersebut disambut antusias. Tawa anak-anak yang sempat terdengar lirih berubah menjadi lebih riang, menjadi penguat moral bagi keluarga yang tengah menghadapi masa sulit.
Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi menegaskan bahwa TNI siap mendukung penuh upaya kemanusiaan dalam penanganan dampak banjir di Jakarta. Menurutnya, kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan menjadi kunci utama keberhasilan penanganan bencana.
“TNI siap mendukung upaya kemanusiaan, termasuk membantu para pengungsi dan memastikan seluruh kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama masa darurat. Kami akan terus bersinergi dengan semua pihak,” kata Pangdam.
Sinergi lintas instansi ini terlihat dari kehadiran Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, para Pejabat Utama Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz, unsur Pemerintah Kota Jakarta Utara, hingga jajaran TNI–Polri wilayah Cilincing. Seluruh elemen hadir dalam satu komando pelayanan untuk masyarakat.
Bagi warga pengungsi, kehadiran langsung pimpinan TNI–Polri memberikan rasa tenang dan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi musibah ini sendirian. Aparat keamanan tidak hanya menjaga ketertiban di lokasi pengungsian, tetapi juga memastikan tidak terjadi penumpukan bantuan, konflik distribusi logistik, maupun gangguan kamtibmas.
Di sisi lain, pos kesehatan yang disiagakan di lokasi pengungsian terus memantau kondisi para pengungsi, khususnya lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Petugas medis berjaga untuk mengantisipasi penyakit pascabanjir seperti demam, diare, maupun infeksi kulit.
Pemerintah daerah bersama aparat gabungan juga terus memantau kondisi genangan di wilayah Semper Barat. Upaya penyedotan air, pembersihan lumpur, serta penyiapan jalur evakuasi tambahan disiapkan jika sewaktu-waktu debit air kembali meningkat.
Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa penanganan bencana banjir tidak berhenti pada tahap evakuasi dan pengungsian semata. Fase pemulihan pascabanjir juga menjadi perhatian serius, termasuk pengamanan wilayah permukiman yang ditinggalkan sementara oleh warga.
“Kami juga memastikan keamanan rumah-rumah warga yang ditinggalkan selama mengungsi. Personel akan terus melakukan patroli agar tidak terjadi tindak kriminal di wilayah terdampak,” tegas Irjen Pol Asep Edi Suheri.
Kunjungan malam itu menjadi simbol kuat kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Lebih dari sekadar bantuan materi, perhatian langsung dari pimpinan institusi keamanan memberi suntikan moral bagi warga untuk tetap kuat menghadapi cobaan.
Hingga laporan ini disusun, kondisi pengungsian Rusun Embrio terpantau tertib, aman, dan kondusif. Distribusi logistik berjalan lancar, dapur umum aktif, serta pelayanan kesehatan tersedia selama 24 jam. Aparat gabungan akan terus bersiaga hingga kondisi wilayah benar-benar pulih.
Banjir memang membawa duka dan kesulitan, namun kolaborasi kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat membuktikan bahwa solidaritas tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana. Negara hadir, warga terlindungi, dan harapan untuk segera kembali ke kehidupan normal terus dijaga.
Baca Juga
Komentar