Kapolda Aceh Turun Langsung Cek Sumur Bor Bantuan Kapolri di Aceh Tamiang, Pastikan Air Masih Mengalir untuk Warga
Aceh Tamiang — Di tengah upaya pemulihan pascabencana, perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat masih menjadi prioritas utama. Salah satunya adalah ketersediaan air bersih. Sabtu (24/1/2026), Kepala Kepolisian Daerah Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah turun langsung ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk mengecek sumur bor bantuan Polri yang telah dibangun sejak masa tanggap darurat bencana.
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Kapolda ingin memastikan bahwa seluruh bantuan yang telah disalurkan benar-benar berfungsi dan terus memberi manfaat bagi masyarakat. Di sejumlah wilayah pascabencana, sumur bor menjadi sumber air vital ketika jaringan air bersih belum sepenuhnya pulih.
“Hari ini kami mengecek sumur-sumur yang telah diberikan oleh Bapak Kapolri. Kami ingin memastikan semuanya masih berfungsi dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Kapolda Aceh di sela peninjauan.
Program sumur bor ini merupakan inisiatif kemanusiaan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membantu wilayah-wilayah terdampak bencana di Aceh. Bantuan tersebut disalurkan sejak fase darurat hingga masa rehabilitasi, sebagai solusi cepat atas krisis air bersih yang kerap muncul setelah banjir dan bencana alam lainnya.
Menurut data Polda Aceh, total bantuan sumur bor yang telah dibangun mencapai 267 titik. Bantuan itu tidak hanya berupa pengeboran sumur, tetapi juga dilengkapi dengan mesin pompa serta toren penampungan air, sehingga bisa langsung digunakan oleh warga maupun fasilitas umum.
“Total bantuan sumur bor dari Bapak Kapolri sebanyak 267 titik, meliputi pembuatan sumur hingga mesin dan toren airnya. Ini bentuk kepedulian Polri untuk masyarakat,” jelas Kapolda.
Air Bersih, Kebutuhan Paling Mendesak Pascabencana
Di wilayah rawan banjir seperti Aceh Tamiang, ketersediaan air bersih menjadi salah satu tantangan utama. Banjir tak hanya merendam permukiman, tetapi juga merusak jaringan pipa, mencemari sumber air tanah, dan mengganggu distribusi air ke rumah-rumah warga.
Karena itu, keberadaan sumur bor bantuan Polri menjadi solusi cepat sekaligus strategis. Air yang dihasilkan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga warga, tetapi juga untuk fasilitas pelayanan publik seperti sekolah, masjid, dan rumah sakit.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Aceh juga menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin bantuan berhenti hanya pada pembangunan awal. Evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memastikan semua fasilitas tetap berfungsi optimal.
“Kalau masih ada sumur yang belum maksimal atau mengalami kendala, tentu akan kita perbaiki. Kita ingin memastikan bantuan ini benar-benar bermanfaat,” tegasnya.
RSUD Muda Sedia: Sumur Bor Masih Aktif Sejak Pascabencana
Salah satu titik yang dikunjungi Kapolda Aceh adalah RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang. Rumah sakit ini menjadi fasilitas layanan kesehatan utama bagi masyarakat setempat, khususnya sejak masa darurat bencana hingga sekarang.
Di lokasi tersebut, Kapolda mengecek langsung operasional sumur bor bantuan Polri. Hasilnya, sumur masih berfungsi baik dan menjadi salah satu sumber pasokan air utama rumah sakit.
“Alhamdulillah, di RSUD Aceh Tamiang ini sumur bor bantuan Polri masih bermanfaat. Semoga terus mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ucap Kapolda.
Direktur RSUD Muda Sedia, Dr. Andika Putra SA, menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat membantu operasional rumah sakit, terutama pada masa-masa awal pascabencana ketika pasokan air bersih sangat terbatas.
“Hari ini kami menerima kunjungan Bapak Kapolda untuk melihat bantuan sumur bor dari Bapak Kapolri. Alhamdulillah, sumur ini sudah beroperasi dan sejak awal pascabencana hingga sekarang terus kami gunakan untuk kebutuhan rumah sakit,” ungkap Dr. Andika.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan air di rumah sakit sangat krusial, mulai dari sanitasi, sterilisasi alat medis, hingga pelayanan pasien. Tanpa pasokan air yang stabil, pelayanan kesehatan akan terganggu.
“Mudah-mudahan bantuan ini terus memberi manfaat bagi pelayanan kesehatan masyarakat Aceh Tamiang,” tambahnya.
Apresiasi untuk Kepedulian Polri
Dalam kesempatan itu, pihak rumah sakit juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Polri terhadap sektor kesehatan di daerah terdampak bencana. Menurut Dr. Andika, dukungan ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal menjaga keberlangsungan layanan dasar masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan seluruh jajaran Polri atas kepeduliannya kepada RSUD Muda Sedia dan masyarakat Aceh Tamiang,” pungkasnya.
Komitmen Polri dalam Pemulihan Pascabencana
Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana. Tidak hanya saat masa tanggap darurat, tetapi juga memastikan bahwa bantuan yang telah diberikan tetap berfungsi jangka panjang.
Kapolda Aceh menegaskan, keberlanjutan bantuan adalah bentuk tanggung jawab moral institusi kepada masyarakat.
“Bantuan boleh selesai dibangun, tapi manfaatnya harus terus berjalan. Itu yang ingin kami pastikan,” ujarnya.
Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan nasional Polri yang menempatkan pendekatan humanis sebagai bagian dari tugas kepolisian. Kehadiran aparat tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga turut memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi saat menghadapi masa sulit.
Harapan Masyarakat
Bagi warga Aceh Tamiang, sumur bor bantuan Polri bukan sekadar fasilitas air, melainkan simbol hadirnya negara di saat mereka membutuhkan. Air yang terus mengalir dari sumur-sumur tersebut menjadi bagian dari pemulihan kehidupan sehari-hari.
Dengan pengecekan langsung oleh Kapolda, masyarakat berharap fasilitas ini terus dirawat dan ditingkatkan agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Di tengah ancaman bencana yang masih bisa terjadi sewaktu-waktu, keberadaan infrastruktur air bersih yang mandiri menjadi salah satu kunci ketahanan wilayah.
Baca Juga
Komentar