Kanada Ikuti Pengecualian Tarif AS di Bawah USMCA, Carney Dikecam Oposisi
Pena Insight
TORONTO, 23 Agustus 2025 – Pemerintah Kanada resmi mencabut sebagian besar tarif balasan terhadap Amerika Serikat untuk menyesuaikan dengan pengecualian tarif yang berlaku dalam perjanjian dagang Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA). Pengumuman ini disampaikan Perdana Menteri Mark Carney pada Jumat (15/8).
Carney mengatakan kebijakan ini diambil demi memperlancar kembali perundingan perdagangan dengan Washington. Menurutnya, meskipun dianggap sebagai langkah mundur oleh sebagian kalangan, kebijakan tersebut justru memberi keuntungan lebih besar bagi Kanada.
“Kanada saat ini memiliki kesepakatan dagang terbaik dengan Amerika Serikat. Walau berbeda dari sebelumnya, tetap lebih baik dibanding negara lain,” ujar Carney.
Carney menyebut dirinya telah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump sehari sebelumnya. Trump menyambut baik keputusan Kanada dan menilai hubungan dagang kedua negara tetap strategis.
![]()
“Kami ingin memperlakukan Kanada dengan baik. Saya suka Carney, dia orang yang sangat baik,” kata Trump dari Gedung Putih.
USMCA dijadwalkan ditinjau kembali pada 2026. Carney menekankan lebih dari 85% perdagangan Kanada-AS kini bebas tarif, dengan rata-rata bea masuk AS terhadap barang Kanada sebesar 5,6%, terendah dibanding negara mitra lain.
Meski begitu, keputusan Carney menuai kecaman dari oposisi dan serikat buruh. Presiden Unifor, serikat pekerja terbesar di Kanada, Lana Payne, menyebut langkah itu merugikan pekerja.
“Tarif balasan bukanlah simbol perdamaian. Itu justru membuka ruang bagi agresi lebih lanjut dari AS,” tulis Payne di media sosial.
Pemimpin oposisi Konservatif, Pierre Poilievre, juga menyebut Carney melakukan “kapitulasi”. Menurutnya, pemerintah seharusnya mendesak Trump mencabut seluruh tarif. “Setiap tarif kecil dari AS punya dampak besar karena lebih dari 20% perekonomian Kanada bergantung pada ekspor ke AS,” ujarnya.
Meski mencabut sebagian besar bea masuk, Kanada tetap mempertahankan tarif untuk baja, aluminium, dan otomotif yang masih terdampak kebijakan tarif 232 dari AS.
Carney menegaskan isu tersebut masih dalam tahap negosiasi. “Kanada dan AS telah mengembalikan perdagangan bebas untuk sebagian besar produk. Namun kami tetap bekerja intensif menyelesaikan masalah baja dan aluminium,” ujarnya.
Sebelumnya, Kanada memberlakukan tarif balasan sebesar 25% untuk berbagai produk asal AS seperti jeruk, minuman beralkohol, pakaian, sepatu, hingga kosmetik. Namun sebagian besar barang dagangan Kanada masih terlindungi oleh USMCA.
Carney menepis anggapan bahwa kebijakannya berarti mengalah. “Kanada hanya menyesuaikan langkah dengan AS. Ini bagian dari persiapan menuju peninjauan ulang perjanjian pada musim semi mendatang,” katanya.
Baca Juga
Komentar