Kakorlantas Polri Ungkap Puncak Arus Balik Lebaran 24 April, Skema One Way Nasional Disiapkan
Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa kondisi arus lalu lintas selama masa libur Lebaran hingga saat ini masih relatif terkendali meski terjadi peningkatan volume kendaraan di sejumlah titik strategis.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat yang masih berlangsung. Ia menyebutkan, hingga hari kedua setelah Lebaran, lonjakan kendaraan sudah sesuai dengan prediksi berbasis pemantauan teknologi dan analisis lalu lintas yang dilakukan secara real time.
“Alhamdulillah kondisi arus lalu lintas masih cukup terkendali. Memang ada peningkatan volume kendaraan, terutama di wilayah aglomerasi, tetapi sudah kita kelola dengan baik,” ujar Agus dalam keterangannya.
Sejumlah wilayah yang menjadi sorotan kepadatan di antaranya adalah kawasan Semarang Raya, Jabodetabek, hingga destinasi wisata populer seperti Bali dan Malang Raya. Selain itu, wilayah Jawa Barat juga mencatat peningkatan signifikan seiring tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang.
Menurutnya, tingginya pergerakan masyarakat tidak hanya terjadi pada arus mudik, tetapi juga pada aktivitas wisata yang meningkat tajam. Hal ini berdampak pada kepadatan di sejumlah jalur utama maupun kawasan wisata.
“Tempat-tempat wisata cukup diminati masyarakat yang sedang berlibur di berbagai daerah tujuan,” katanya.
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan bahwa puncak arus balik Lebaran tahun ini diprediksi akan terjadi pada tanggal 24 April. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario manajemen lalu lintas, termasuk kemungkinan penerapan sistem one way atau satu arah.
Ia menjelaskan, langkah-langkah strategis sebenarnya sudah mulai diterapkan sejak tanggal 22 dan 23 April. Salah satunya adalah opsi pemberlakuan one way lokal secara bertahap di beberapa ruas jalan tol yang mengalami kepadatan tinggi.
“Kami sudah melakukan langkah-langkah strategi sejak tanggal 22 dan 23. Apakah nanti akan dilakukan one way lokal tahap pertama, tentu akan segera kami rumuskan sesuai kondisi di lapangan,” jelasnya.
Selain itu, Kakorlantas juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan balik secara bersamaan pada puncak arus balik. Ia menyarankan masyarakat memanfaatkan kebijakan fleksibilitas kerja atau work from anywhere (WFA) yang masih berlaku setelah Lebaran.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak kembali pada tanggal 24. Silakan manfaatkan WFA pada tanggal 26, 27, atau 28 agar tidak terjadi penumpukan kendaraan,” tegasnya.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi bersama para pemangku kepentingan, arus balik diperkirakan akan terbagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama terjadi pada 23–24 April, sedangkan gelombang kedua diprediksi berlangsung pada 28–29 April.
Dengan pola tersebut, diharapkan distribusi kendaraan dapat lebih merata sehingga mengurangi risiko kemacetan parah di jalur-jalur utama. Untuk mendukung hal itu, Polri juga berencana menerapkan one way nasional pada saat puncak arus balik.
“Rencana one way nasional akan kita lakukan sesuai arahan pimpinan, untuk memastikan arus balik dapat berjalan lancar dan terkendali,” ujar Agus.
Dalam pelaksanaannya, Korps Lalu Lintas Polri bekerja sama dengan berbagai stakeholder, termasuk Kementerian Perhubungan, pengelola jalan tol, serta instansi terkait lainnya. Koordinasi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci keberhasilan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.
Selain fokus pada rekayasa lalu lintas, Operasi Ketupat juga melibatkan berbagai satuan tugas (satgas), mulai dari satgas preventif, penegakan hukum, hingga bantuan dan kehumasan. Seluruh personel disebut masih aktif bertugas di lapangan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“Seluruh satgas masih bekerja di lapangan. Kami berharap anggota tetap semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Agus juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung kelancaran arus balik. Ia mengingatkan agar pengendara selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik, serta memastikan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah disiapkan, Polri optimistis arus balik Lebaran tahun ini dapat dikelola dengan baik. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat tingginya mobilitas masyarakat dalam periode libur panjang ini.
“Tujuan kita adalah memastikan perjalanan masyarakat, baik saat mudik maupun kembali, dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan selamat,” pungkasnya.
Baca Juga
Komentar