IHSG Menguat 5 Hari Beruntun, Pasar Menanti Keputusan BI dan The Fed
Jakarta, 17 September 2025 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren positif. Pada perdagangan Selasa (16/9), IHSG menguat 20,57 poin atau 0,26% ke level 7.957,70.
Analis MNC Sekuritas, Herdiya Wicaksana, menilai pergerakan IHSG masih cukup volatil di tengah tekanan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Meski demikian, penguatan IHSG dalam lima hari perdagangan terakhir menunjukkan adanya kepercayaan investor terhadap prospek pasar modal domestik.
Bursa Asia yang mayoritas menguat juga turut memberikan sentimen positif bagi IHSG.
Menurut Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, reli bursa Asia dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Trump menyebut negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok di Madrid berjalan baik, sehingga meredakan kekhawatiran pasar.
Sentimen global ini membuat investor lebih berani masuk ke pasar saham, meski nilai tukar rupiah masih tertekan.
Investor kini menantikan keputusan suku bunga dari Bank Indonesia (BI) dan The Federal Reserve (The Fed) yang akan menjadi penentu arah pasar dalam jangka pendek.
Banyak pelaku pasar memperkirakan BI tetap akan menahan suku bunga acuannya demi menjaga stabilitas rupiah.
Di sisi lain, peluang pemangkasan suku bunga The Fed semakin besar seiring meningkatnya probabilitas pemotongan 25–50 basis poin.
Jika The Fed benar-benar memangkas suku bunga, maka aliran modal asing berpotensi kembali deras masuk ke emerging markets, termasuk Indonesia.
Namun, risiko volatilitas tetap ada, terutama bila keputusan The Fed tidak sesuai ekspektasi pasar.
Sektor komoditas dan perbankan dinilai akan menjadi penopang utama IHSG menjelang keputusan bank sentral.
Analis juga mengingatkan, investor perlu mencermati pergerakan harga minyak dan emas dunia yang dapat memengaruhi psikologis pasar.
Di pasar domestik, kinerja emiten kuartal ketiga 2025 menjadi faktor tambahan yang akan memengaruhi arah IHSG.
Meski demikian, optimisme pasar tetap tinggi karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai cukup kuat.
Defisit transaksi berjalan yang terkendali, cadangan devisa yang solid, serta stabilitas politik menjadi faktor penopang kepercayaan investor.
Dengan kombinasi faktor eksternal dan domestik tersebut, IHSG diperkirakan akan bergerak dinamis dengan kecenderungan positif dalam beberapa pekan ke depan.
Bagi investor ritel, momen menjelang keputusan BI dan The Fed bisa menjadi peluang sekaligus tantangan untuk mengambil posisi strategis di pasar.
Baca Juga
Komentar