IHSG dan Rupiah Terseret Reshuffle Kabinet Prabowo, Sri Mulyani Diganti Purbaya
Pena Insight
Jakarta, 9 September 2025 – Pasar keuangan langsung bereaksi negatif jelang reshuffle dan pelantikan menteri baru Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (8/9/2025).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sebelumnya sempat menguat di sesi pertama, berbalik arah ke zona merah begitu kabar pergantian menteri mencuat. Pada akhir sesi pertama, IHSG sempat menanjak 45,60 poin atau 0,58% ke level 7.912,95.
Namun menjelang sore, situasi berubah drastis. Pada pukul 15.43 WIB, IHSG tercatat melemah 0,63% ke level 7.818,12. Pelemahan semakin dalam, bahkan sempat tembus lebih dari 1% pada pukul 15.47 WIB.
Kekhawatiran investor terutama tertuju pada perombakan di Kementerian Keuangan. Sri Mulyani, yang selama ini dianggap sebagai figur profesional dengan kredibilitas tinggi di mata pasar global, digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Sementara itu, tekanan juga terlihat di pasar valuta asing. Rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) yang sejak pagi menguat hingga level Rp16.307 per dolar AS, tiba-tiba berbalik melemah tajam. Pada pukul 15.51 WIB, rupiah NDF ambles ke level Rp16.424 per dolar AS.
Adapun rupiah di pasar spot valas tidak sempat bereaksi karena pasar sudah tutup sebelum pengumuman reshuffle diumumkan. Rupiah spot ditutup menguat tipis di level Rp16.304 per dolar AS.
Pergeseran arah rupiah offshore menandakan sentimen investor masih penuh kehati-hatian terhadap arah kebijakan fiskal dan stabilitas makroekonomi pasca pergantian Sri Mulyani.
Reshuffle kali ini tidak hanya menyentuh Kementerian Keuangan. Presiden Prabowo juga melantik Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), menggantikan Abdul Kadir Karding dari PKB, serta Ferry Juliantono dari Partai Gerindra menggantikan Budi Arie Setiadi di Kementerian Koperasi.
Selain itu, Prabowo meresmikan kementerian baru, yakni Kementerian Haji dan Umrah, yang dipimpin Mochamad Irfan Yusuf, mantan Kepala Badan Penyelenggara Haji.
Meski sejumlah kalangan menilai reshuffle ini sebagai langkah konsolidasi politik, pasar keuangan justru membaca sinyal ketidakpastian. Terutama terkait kepastian arah kebijakan fiskal yang sebelumnya identik dengan disiplin anggaran di bawah Sri Mulyani.
Kini, perhatian publik dan pelaku pasar tertuju pada kebijakan perdana Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan. Apakah ia mampu menenangkan gejolak pasar sekaligus menjaga kredibilitas Indonesia di mata investor internasional.
Baca Juga
Komentar