IHSG Berpotensi Mixed, 4 Saham Di Akui
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak mixed pada perdagangan Selasa (29/9/2025). Riset WH Project memperkirakan pergerakan indeks berada di rentang 8.100–8.200, dengan fase pengujian level support baru di 8.000 poin.
Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG tercatat menguat 23,91 poin atau 0,30 persen ke level 8.123,25. Secara teknikal, indeks menunjukkan tanda-tanda pembentukan resistance di level 8.160, dengan potensi pola double top pada grafik harian.
“Pola ini belum terkonfirmasi, tetapi menjadi sinyal awal kemungkinan koreksi apabila IHSG kembali turun ke bawah 8.000,” tulis Founder WH Project, William Hartanto, dalam riset hariannya.
Selama IHSG mampu bertahan di atas 8.000, pergerakan indeks diperkirakan hanya berada dalam fase konsolidasi dengan arah campuran (mixed). Namun, pelemahan di bawah level support tersebut bisa membuka peluang koreksi yang lebih dalam.
Sejauh ini, pergerakan IHSG masih banyak dipengaruhi sektor perbankan dan saham-saham new blue chips milik konglomerat besar. Saham perbankan menjadi penekan indeks, sedangkan saham big cap nonperbankan terus menopang penguatan.
Investor asing tercatat melakukan net buy senilai Rp190 miliar pada perdagangan terakhir. Saham-saham yang paling banyak dikoleksi asing antara lain BRMS, BREN, BBCA, WIFI, dan MBMA.
Di sisi lain, aksi jual asing terbesar tercatat pada saham EMTK, BBRI, CDIA, PTRO, dan BBNI. Hal ini menunjukkan adanya rotasi portofolio yang masih mewarnai dinamika pasar.
Secara teknikal, WH Project merekomendasikan beberapa saham yang layak masuk watchlist :
- saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan rekomendasi buy pada support Rp282 dan resistance Rp300.
- saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang direkomendasikan buy dengan support Rp515 dan resistance Rp610. Saham ini dinilai masih berpotensi melanjutkan tren penguatan jangka pendek.
- saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) dengan rekomendasi buy. Level support berada di Rp1.140, sedangkan resistance pada Rp1.235.
- saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) juga masuk radar dengan rekomendasi buy. Support berada di Rp304 dengan resistance Rp324.
Dengan kondisi teknikal IHSG yang masih dalam fase konsolidasi, investor disarankan untuk tetap selektif memilih saham. Saham-saham dengan potensi teknikal positif bisa menjadi peluang trading jangka pendek di tengah tren pasar yang belum pasti.
Baca Juga
Komentar