HUT RI ke-80, Polsek Medansatria Dorong RW 'Nyohor' Jadi Model Gotong Royong Urban di Tengah Kota Bekasi
Pena Insight
Bekasi, 30 Juli 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polsek Medansatria turut menggagas dan mendukung pelaksanaan penilaian Lomba RW "Nyohor" sebagai bagian dari program pembinaan wilayah berbasis partisipasi masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di RW 05 Pondok Ungu, Kelurahan Medansatria, dan melibatkan berbagai unsur tiga pilar—Polri, TNI, dan Pemerintah Kelurahan.
Kegiatan penilaian dimulai sejak pukul 13.00 WIB, dengan kehadiran Kapolsek Medansatria Kompol Sutrisno dan jajarannya seperti Kanit Binmas Iptu Endang Dahyudi serta Bhabinkamtibmas Aipda Madaris. Turut mendampingi juga Babinsa Sertu Haryanto, menunjukkan kekompakan lintas institusi dalam membangun lingkungan yang sehat, tertib, dan berdaya. Hadir pula Lurah Wawan Hermawan dan jajaran struktural kelurahan beserta elemen masyarakat lainnya.
Lomba RW “Nyohor” bukan sekadar ajang seremonial, melainkan wadah konkret untuk mengevaluasi kinerja kewilayahan dalam empat indikator utama: tertib administrasi, kebersihan dan ketertiban lingkungan (K3), ketahanan pangan, serta kesehatan masyarakat. Ini menjadi tolok ukur keberhasilan warga dalam menerjemahkan semangat kemerdekaan dalam bentuk kerja nyata di lingkungan masing-masing.
Program ini mendapat perhatian khusus karena dianggap mampu membangun identitas wilayah urban yang sering kali terfragmentasi oleh kepentingan sektoral. Melalui RW "Nyohor", setiap elemen masyarakat dilatih untuk mandiri, kooperatif, dan inovatif—hal yang esensial dalam menghadapi tantangan kota besar seperti Bekasi.
Dalam sambutannya, Kapolsek Kompol Sutrisno menekankan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci menjaga stabilitas sosial. Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, TNI, pemerintah, dan masyarakat sipil dalam kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata implementasi Polri yang Presisi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
Tak hanya soal administrasi dan lingkungan, lomba ini juga menyentuh aspek ketahanan pangan dan kesehatan warga. Ditemui di lokasi, beberapa kader PKK menunjukkan produk pertanian urban skala kecil dan inovasi kebersihan lingkungan, yang tidak hanya mendukung pangan keluarga tapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi rumah tangga.
Dukungan dari pihak kelurahan juga tampak solid. Lurah Wawan Hermawan menilai bahwa RW "Nyohor" mampu membangkitkan semangat gotong royong yang selama ini nyaris terpinggirkan dalam kehidupan kota. Ia menegaskan pentingnya kesinambungan kegiatan ini agar tidak berhenti hanya pada momen HUT RI saja.
Kegiatan berlangsung lancar dan kondusif. Tidak ada gangguan keamanan, bahkan masyarakat tampak antusias mengikuti seluruh proses. Ini menjadi bukti bahwa pendekatan partisipatif dalam pengelolaan wilayah jauh lebih efektif dibandingkan pola top-down yang selama ini kerap ditempuh.

Dengan mendekatkan aparat ke masyarakat melalui kegiatan pembinaan lomba RW, Polsek Medansatria menunjukkan bahwa keamanan bukan hanya soal penindakan, tapi juga soal pembinaan sosial dan penguatan karakter komunitas. Jika diterapkan berkelanjutan, RW "Nyohor" dapat menjadi cetak biru pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi aktif warga di tengah kota.
Baca Juga
Komentar