HUT INI ke-117 di Bekasi, Olahraga Rakyat dan Seruan Pajak, Notaris Diminta Tak Hanya Duduk di Balik Meja
Pena Insight
Bekasi, 13 Juli 2025 - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Notaris Indonesia (INI) ke-117 di Kota Bekasi menjadi panggung kolaborasi antara profesi hukum dan masyarakat. Dalam acara bertajuk “NOTARACE - Fun Run & Fun Walk”, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe tak hanya hadir secara simbolis, tapi juga menyampaikan pesan penting yang menggugah publik dan para profesional hukum agar tak sekadar bekerja di balik meja.
Gelaran ini menyuguhkan sesuatu yang berbeda: tidak hanya seremonial, tetapi membaurkan olahraga bersama masyarakat sebagai bentuk partisipasi aktif, sebuah inovasi yang menurut Harris patut diapresiasi. Kegiatan seperti ini menjadi bentuk pendekatan humanis, membangun kedekatan antara profesi notaris dan masyarakat awam.

Dalam sambutannya, Harris Bobihoe menyebut bahwa keterlibatan notaris tak bisa hanya terbatas pada urusan legalisasi dokumen. Ia mengajak agar para notaris menjadi bagian dari sistem pembangunan daerah—baik dari aspek hukum, pelayanan publik, hingga kesadaran perpajakan.
Di tengah geliat urbanisasi dan digitalisasi, posisi notaris dalam struktur masyarakat memang tengah mengalami pergeseran. Notaris kini dituntut menjadi knowledge ambassador yang mampu memberikan edukasi langsung pada masyarakat, terutama soal pajak yang menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan kota.
Wawali juga menegaskan bahwa tanggung jawab sosial seorang notaris mestinya berkembang seiring zaman. Peran mereka dalam setiap transaksi ekonomi bisa menjadi alat kontrol sosial. Dari mulai transaksi properti hingga akta waris, semua memiliki dimensi fiskal yang bisa dikawal dengan pendekatan edukatif, bukan semata administratif.
Harris menggarisbawahi bahwa pajak bukan hanya kewajiban warga, tapi bentuk gotong royong membangun kota. "Jalan mulus, rumah sakit layak, sekolah modern, semua itu dibayar dari pajak," katanya. Ia meminta para notaris untuk menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah soal pentingnya kepatuhan pajak.
Tak hanya itu, ia juga menekankan bahwa notaris mesti menjalin sinergi strategis dengan aparatur kewilayahan. Komunikasi dan koordinasi antar lembaga dan institusi menjadi pondasi penting dalam membangun ekosistem pelayanan publik yang efektif, transparan, dan responsif.
Dengan peringatan HUT ke-117 ini, Ikatan Notaris Indonesia diharapkan tak hanya merefleksikan sejarah panjang profesi mereka, tapi juga mengarahkan langkah baru yang lebih inklusif. Kolaborasi, integritas, dan inovasi menjadi kata kunci yang terus diulang oleh Harris Bobihoe dalam sambutannya.
Sebagai penutup, peringatan HUT INI bukan semata ajang nostalgia, tetapi peluang mengokohkan peran strategis notaris dalam masyarakat yang dinamis. Jika notaris bersedia melangkah keluar dari zona nyaman, maka mereka bisa menjadi agen transformasi sosial dan ekonomi yang dibutuhkan Kota Bekasi di era digital ini.
Baca Juga
Komentar