Harga Saham ASII Turun Usai UNTR Umumkan Akuisisi Tambang Emas PSAB
Jakarta, 16 September 2025 — Harga saham PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi di tengah pengumuman akuisisi tambang emas milik PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) oleh PT United Tractors Tbk (UNTR), anak usaha ASII.
Pada perdagangan Senin (15/9), saham ASII turun 0,88% ke Rp 5.625 per saham, melemah dari posisi Rp 5.675 pada akhir pekan lalu.
Pelemahan saham ASII ini dinilai sebagai respons pasar terhadap aksi korporasi besar yang dilakukan UNTR dalam mengakuisisi tambang emas PSAB.
Saham UNTR sendiri ikut terkoreksi 0,66% ke level Rp 26.300 per saham di hari yang sama.
Sementara itu, harga saham PSAB turun lebih tajam, yakni 0,87% ke Rp 570 per saham.
Tekanan jual asing juga memperburuk sentimen. ASII tercatat menjadi saham dengan net foreign sell terbesar ketiga senilai Rp 44,67 miliar.
Sedangkan PSAB membukukan net foreign sell Rp 20,87 miliar, menempati posisi kesembilan terbesar.
UNTR pun tidak luput dari aksi jual asing, dengan catatan net foreign sell Rp 2,98 miliar.
Analis pasar modal menilai pelemahan saham ASII dan UNTR lebih dipengaruhi aksi ambil untung (profit taking) pasca-rencana akuisisi diumumkan.
Investor cenderung berhati-hati menunggu kepastian terkait potensi keuntungan jangka panjang dari akuisisi PSAB oleh UNTR.
Meski begitu, sejumlah analis optimistis langkah UNTR masuk ke bisnis emas dapat memperluas diversifikasi usaha dan memperkuat fundamental perusahaan.
Emas dinilai sebagai instrumen lindung nilai (safe haven asset) yang mampu menjaga stabilitas kinerja emiten, terutama di tengah fluktuasi harga komoditas batu bara.
Namun, di sisi lain, investor masih menimbang risiko pembiayaan, efisiensi operasional, hingga tantangan regulasi di sektor pertambangan emas.
Dari perspektif pasar modal, sentimen jangka pendek memang memberi tekanan pada saham ASII dan UNTR, tetapi potensi jangka panjang masih terbuka.
Sejumlah manajer investasi menyebut koreksi saham bisa menjadi peluang masuk bagi investor yang percaya pada strategi diversifikasi Astra Group.
Apalagi, Astra International selama ini dikenal berhasil mengelola portofolio bisnis di berbagai sektor mulai dari otomotif, keuangan, hingga pertambangan.
Dengan akuisisi ini, eksposur Astra melalui UNTR terhadap sektor emas diperkirakan akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Para analis menekankan pentingnya transparansi manajemen dalam memberikan detail terkait valuasi akuisisi, strategi pengelolaan aset, serta proyeksi keuntungan.
Pasar akan terus memantau tindak lanjut akuisisi PSAB oleh UNTR, apakah benar dapat menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham ASII maupun UNTR di masa depan.
Baca Juga
Komentar