Harga Beras Naik di 214 Daerah, Bapanas Gelar Operasi Pasar
Pena Insight
Bekasi, 4 September 2025 - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menegaskan, operasi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras kembali digencarkan. Operasi ini dilakukan karena harga beras di 214 kabupaten/kota sudah menembus di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 13.500 per kilogram.
Beras yang disalurkan lewat Bulog dijual lebih murah, yakni Rp 12.500 per kilogram. Harapannya, langkah ini bisa membantu menekan harga di pasar dan meringankan beban masyarakat.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah daerah yang harga berasnya di atas HET terus bertambah. Dari 200 kabupaten/kota pekan lalu, kini meningkat menjadi 214 daerah.
BPS juga mencatat di zona 1 harga beras naik 1,05 persen dibandingkan Juli. Harga rata-rata beras medium kini Rp 13.988 per kilogram, naik dari Rp 13.853 per kilogram.
“Operasi pasar ini bukan hanya untuk menekan harga, tapi juga memastikan stok beras tetap tersedia di pasar,” ujar Arief. Ia menekankan pentingnya kolaborasi Bulog, Pemda, dan pelaku pasar agar program ini berjalan lancar.
Situasi kenaikan harga beras ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Banyak warga mengaku belanja dapur semakin berat karena harga kebutuhan pokok ikut terdorong naik.
Melalui operasi pasar, pemerintah ingin menunjukkan bahwa ada solusi cepat yang bisa langsung dirasakan masyarakat. Kini tinggal menunggu sejauh mana kebijakan ini mampu menahan laju harga beras di lapangan.
Baca Juga
Komentar