Dirut PT Agrinas Mundur, Pelayanan dan Iman Katolik Jadi Sorotan
Pena Insight
Jakarta, 19 Agustus 2025 – Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, resmi mengundurkan diri setelah enam bulan menjabat. Keputusan itu ia sebut sebagai bentuk tanggung jawab atas keterbatasan kontribusi yang berhasil dicapai selama masa kepemimpinannya.
Dalam keterangannya, Joao menegaskan bahwa kepemimpinan menurut iman Katolik sejatinya bukan sekadar jabatan, melainkan bentuk pelayanan. Ia menyebut tugas yang diembannya sebagai penugasan dari Presiden Prabowo Subianto, yang dianggapnya sebagai pemimpin negara sekaligus wakil Tuhan dalam menjalankan amanah rakyat.
Joao mengakui tidak memperoleh dukungan penuh dari para pemangku kepentingan maupun staf internal. Keterbatasan kebijakan dan anggaran menjadi hambatan utama dalam menjalankan misi perusahaan, khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan membangun ketahanan pangan nasional.
Namun dalam ajaran Katolik, doa dan usaha dianggap sebagai jalan utama untuk menghadapi kesulitan. Joao mengutip Injil Matius 7:7-8 yang menekankan pentingnya memohon, mencari, dan mengetuk agar pintu solusi dibukakan. Menurutnya, tantangan yang dihadapi mestinya dilihat sebagai kesempatan untuk semakin mendekatkan diri pada Tuhan.
Beberapa kalangan menilai, dengan kedekatan Joao kepada Presiden Prabowo yang sudah terjalin sejak 1976, komunikasi seharusnya menjadi solusi utama dalam mengatasi kesulitan. Dalam perspektif Kristologi, pemimpin dituntut untuk tidak menyerah pada hambatan, melainkan tetap berjuang dengan iman yang teguh.
Pengunduran diri Joao dipandang sebagai refleksi penting tentang hubungan iman, pelayanan, dan kepemimpinan di perusahaan milik negara. Ajaran Katolik mengingatkan, cobaan hidup justru melatih ketekunan, sebagaimana tertulis dalam Yakobus 1:2-4: “Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh dalam berbagai-bagai pencobaan.”
Bagi sebagian pengamat, keputusan Joao meninggalkan kursi Dirut lebih menegaskan krisis dukungan internal ketimbang kegagalan pribadi. Meski demikian, dalam kacamata iman Katolik, pelayanan adalah proses panjang yang membutuhkan kesetiaan dan keberanian menghadapi rintangan.
Sumber internal PT Agrinas menyebutkan, perusahaan masih memiliki tantangan besar dalam pengelolaan pangan, termasuk menyerap hasil perkebunan sawit yang status lahannya tengah diperdebatkan pemerintah. Isu ini menjadi ujian tersendiri bagi kepemimpinan di sektor pangan strategis.
Sementara itu, pemerintah belum mengumumkan pengganti Joao. Namun, Kementerian BUMN menegaskan bahwa misi peningkatan ketahanan pangan akan terus dilanjutkan sesuai agenda Presiden. Para pemimpin diharapkan dapat meneladani nilai pelayanan dan integritas dalam menjalankan tugas.
Bagi umat Katolik, mundurnya Joao menjadi bahan perenungan: apakah kepemimpinan dilihat semata sebagai jabatan duniawi atau sebagai pelayanan iman yang mengandalkan doa, ketekunan, dan pengharapan pada janji Tuhan.
Baca Juga
Komentar