Direktur Idensos Densus 88 Kunjungi PT Sang Hyang Seri, Ajak Eks Napiter Bangun Kemandirian Pangan
SUBANG – Direktur Identifikasi dan Sosialisasi (Idensos) Densus 88 Antiteror Polri, Brigjen Pol Arif Makhfudiharto, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja ke PT Sang Hyang Seri (SHS) di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (22/9/2025). Agenda ini bertujuan memperkuat silaturahmi sekaligus mendorong pemberdayaan eks narapidana terorisme (napiter) melalui sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Kunjungan dimulai pukul 10.00 WIB dengan penyambutan oleh jajaran manajemen PT Sang Hyang Seri. Brigjen Arif beserta rombongan langsung meninjau sejumlah fasilitas produksi, termasuk lahan pertanian padi, kandang domba, hingga kolam budidaya lele yang menjadi salah satu program unggulan perusahaan.

Dalam peninjauan tersebut, Brigjen Arif terlihat berdialog langsung dengan para pekerja, termasuk eks napiter yang kini aktif berkontribusi dalam kegiatan produksi di SHS. Ia menyampaikan apresiasi atas semangat mereka dalam menjalani kehidupan baru yang lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Semangat ini harus dijaga. Budidaya padi maupun usaha lain di bidang pangan menjadi kontribusi nyata bagi bangsa. Kita ingin memastikan bahwa rekan-rekan eks napiter dapat terus berkembang dan menjadi teladan di lingkungannya,” ujar Brigjen Arif.
Menurutnya, keterlibatan eks napiter dalam program ketahanan pangan memiliki dampak strategis. Tidak hanya membantu mereka berdaya secara ekonomi, tetapi juga memperkuat upaya deradikalisasi dan mencegah potensi kembalinya ke jaringan radikal.
Usai peninjauan lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama. Momentum ini menjadi ajang mempererat hubungan emosional antara jajaran Densus 88, pihak PT Sang Hyang Seri, dan para eks napiter.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung santai, Brigjen Arif mengajak seluruh pihak untuk memaksimalkan potensi pertanian sebagai modal kemandirian bangsa. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, BUMN, hingga masyarakat, dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Kemandirian pangan bukan hanya soal mencukupi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi benteng ketahanan nasional. Kita ingin semua elemen masyarakat merasa memiliki tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Direksi PT Sang Hyang Seri yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung pemberdayaan eks napiter melalui penyediaan lapangan kerja dan pendampingan keterampilan.
“Kerja sama ini kami harapkan dapat terus berlanjut. Eks napiter yang bekerja di sini telah menunjukkan perubahan positif dan berkontribusi nyata,” kata perwakilan manajemen SHS.
Selain berdiskusi, Brigjen Arif juga mendengarkan langsung testimoni dari beberapa eks napiter mengenai perjalanan mereka hingga akhirnya dapat diterima bekerja di SHS. Cerita mereka menjadi bukti bahwa proses rehabilitasi sosial dapat berhasil jika didukung oleh kesempatan dan lingkungan yang tepat.
“Dulu saya tidak pernah membayangkan bisa bekerja di perusahaan seperti ini. Alhamdulillah sekarang bisa membantu keluarga dan ikut berkontribusi dalam produksi pangan,” ungkap salah satu eks napiter yang kini mengelola area kolam lele.
Kunjungan ini ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama seluruh peserta. Suasana penuh keakraban menunjukkan keberhasilan pendekatan persuasif Densus 88 dalam membangun hubungan yang humanis dengan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti eks napiter.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan program deradikalisasi dapat semakin efektif. Bukan hanya menghentikan siklus kekerasan, tetapi juga membuka jalan bagi mantan pelaku untuk kembali menjadi bagian produktif dari bangsa.
Densus 88 menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi, memfasilitasi, dan memastikan keberlanjutan program pemberdayaan yang dapat mencegah munculnya paham radikal di masyarakat.
Brigjen Arif menutup kunjungan dengan pesan optimisme. “Bangsa ini membutuhkan semua warganya untuk bergerak maju. Kita harus saling merangkul, bukan saling menjauh. Semoga dari Subang ini lahir contoh sukses yang bisa menginspirasi daerah lain.”
Baca Juga
Komentar